Lompat ke isi utama
Template braille yang sudah disiapkan oleh KPU Kalimantan Barat.

KPU Kalimantan Barat Siapkan Akses Pemilih Difabel di Tujuh Kabupaten

Solider.co.id, Pontianak - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar telah mempersiapkan akses pemilih difabel untuk menggunakan hak suaranya pada Pemilukada serentak Desember 2015. Ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiyawaty mengatakan, aksesibilitas itu selain menyediakan lokasi Tempat Pemilih Suara (TPS) yang bisa diakses oleh pemilih disabilitas, KPU juga menyediakan template braille untuk membantu difabel netra.

Untuk Kalbar sendiri ada tujuh kabupaten yang akan menggelar Pilkada serentak 9 Desember 2015. Seperti di Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sintang, Sekadau, Melawi, Kapuas Hulu dan Ketapang. Dari tujuh kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada Serentak, terdapat jumlah difabel yang terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT), yakni difabel daksa ada739 pemilih, difabel netra 913 pemilih, difabel rungu 694 pemilih, difabel grahita 570 pemilih  dan difabel lainnya ada 578 pemilih.

“Saat ini persiapan kita sudah baik,” tutur Umi.

Khusus untuk persiapan logistik surat suara, sejumlah kabupaten sudah mulai memproduksi surat suara dan sudah sampai di KPU Kabupaten. Seperti di Kabupaten Melawi, Bengkayang, Sambas, Sintang dan Kapuas Hulu.

Adapun untuk Kabupaten Sekadau dan Ketapang masih dalam proses produksi, lantaran masih menunggu putusan Mahkamah Agung atas gugatan kasasi yang diajukan tim pasangan calon oleh.

“Untuk model surat suara itu sama dan tidak dibedakan antara pemilih umum dan difabilitas. Hanya saja untuk pemilih disabilitas disediakan alat bantu untuk pemilih tunanetra,” tutur Umi.

Anggota  KPU Kabupaten Sekadau Drianus Saban, dihubungi via telepon mengatakan tetap memprioritaskan pemilih difabel. “Yang jelas di setiap Kabupaten pasti ada pemilih disabilitas, kalau untuk Sekadau di setiap kecamatan pasti ada,” kata Saban.

KPU Kabupaten Sekadau sendiri sudah menyiapkan akses untuk mereka yang difabel. Seperti memilih TPS bukan di panggung melainkan di dataran rendah, bilik suara pemilih ada roda agar mereka mudah untuk memilih dan sebagainya.

Pelayanan lainnya, KPU akan mengutamakan lebih awal pemilih difabel melakukan pencoblosan tanpa berdasarkan nomor urut. “Kalau mereka datang ke TPS  akan langsung dilayani,” tuturnya.

Petugas juga langsung mengantarkan mereka ke bilik suara. Sebaliknya, bila para difabel tidak mendapatkan layanan itu, mereka akan diberikan teguran. (agus wahyuni)

The subscriber's email address.