Lompat ke isi utama
PPRBM Solo sedang berdiskusi

Pendataan Difabel Wonogiri, Langkah Sustainable Development Goals 2015

Solider.or.id, Wonogiri- Pusat Pengembangan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (PPRBM) Solo dengan bantuan BMZ Jerman melakukan pilot project pendataan difabel di kabupaten Wonogiri. Audiensi terkait hal tersebut dilakukan oleh Sunarman, direktur PPRBM Solo bersama Suwartono, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri dan beberapa SKPD yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan, Bappeda, TKSK, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Camat Jatiroto serta Pracimantoro di RM Serba Sambal, Wonogiri, Senin (2/11).

Dalam sambutannya, Suwartono mengatakan bahwa dalam rangka kesejahteraan sosial bagi masyarakat miskin dan pemberian jaminan kesehatan ada perluasan bagi tema Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lain. "Dari Kemensos sebenarnya sudah ada pendataan bagi difabel yang berada di panti. Sedangkan di masyarakat belum ada, padahal jumlahnya lebih banyak."

Sunarman selaku direktur PPRBM Solo memberi penjelasan bahwa pendataan terkait dengan konferensi PBB tahun 2006 yang menghasilkan langkah-langkah yang perlu dan penting agar difabel menikmati hasil-hasil pembangunan. "Supaya terukur maka harus ada data. Studi World Bank mengatakan bahwa masyarakat yang paling miskin dengan perbandingan 1:5 adalah difabel dan keluarga difabel,"jelasnya di hadapan audiens.

Dikoordinasikan oleh Noviati, Petugas Lapangan (PL) PPRBM Solo yang berada di Wonogiri, akan diadakan bintek terlebih dahulu dalam waktu dekat di dua kecamatan tersebut sebelum dilakukan pendataaan.

Kepada Solider, Sunarman mengatakan bahwa pendataan yang akan dilakukan oleh pihaknya adalah pendataan yang lebih komprehensif. "Sesuai tema SDG's bahwa Life No Behind yang artinya jangan ada satu orang pun yang ditinggal dalam pembangunan, maka jangan sampai ada difabel yang tidak terdata,"pungkasnya

 

 

 

The subscriber's email address.