Lompat ke isi utama
Diskusi universal desain dengan mahasiswa di ITB dan ITENAS

Dorong Mahasiswa Arsitek Punya Perspektif Difabel

Solider.or.id,Bandung- “Coba cek gambar kerja kalian, program rencana kalian. Apa sudah ada design untuk difabel belum? Belum ya?”  Yogie Dwimas Urban Designer (PSUD) melontarkan pertanyaan ke peserta yang hadir merupakan mayoritas mahasiswa jurusan arsitek ITB dan ITENAS. Yogie berdiskusi tentang desain yang universal  di acara Talkshow “Kasak-Kusuk Kota Lama”, Gaung Bandung  2015, Sabtu (05/09) di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Alun-alun.

 Yogie menekankan ke peserta, contoh negara lain dalam hal penataan ruang publik dengan desain universal dan bangun kesadaran diri. “Lihat, Banyak contoh-contoh di luar. Jepang contohnya, menyediakan ruang publik aksesibel untuk difabel. lihat desainnya. Kenapa mereka bisa, kena serangan Hiroshima dan Nagasaki, bencana besar di Jepang akibatnya banyak difabel baru bermunculan. Apa perlu disadarkan dengan bencana dulu untuk diterapkan di negara kita? jadi kalian harus sadar”, ungkap Yogie.

Yogie Berbicara mengenai ruang publik, trotoar merupakan lahan publik. Dalam membenahi trotoar aman dan nyaman sesuai dengan estetika dibutuhkan perencanaan dan rancangan yang matang.

“Otak-otik trotar itu ribet, butuh perencanaan yang matang dan masalah satu trotoar saja keterkaitan dengan kewenangan Dinas dan Intansi Pemerintah. Memperbaiki trotoar bukan milik Dinas Bina Marga dan Perairan saja, karena disitu ada bagian lain yang harus di obrolin juga ke Dinas PU, Dinas Perhubungan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Perindustrian dan Energi. Belum lagi ditrotoar ada jalur PLN, Telkom, PGN dan PDAM. Harus di obrolkan juga,” pungkas Yogie. (Zulhamka Julianto Kadir)

The subscriber's email address.