Lompat ke isi utama
Salah satu diskusi di lokasi dampingan Desa Inklusi

Beri Gambaran Perubahan pada Rintisan Desa Inklusi, Sigab Selenggarakan Workshop Theory Of Change

Solider.or.id, Yogyakarta – Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel berkerja sama dengan The Asia Foundation menyelenggarakan workshop theory of change yang dilaksanakan di kantor desa Bumirejo Lendah Kulon Progo (4/8). Acara ini diikuti oleh kader dan fasilitator Rintisan Desa Inklusi, difabel dampingan, dan perwakilan dari The Asia Foundation, Kementrian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk berdiskusi tentang rintisan desa inklusi, mencakup latar belakang, tujuan dan perubahan apa yang akan di dorong. Selain itu, kegiatan ini juga mendiskusikan praktik-praktik eksklusi sosial yang masih terjadi di desa-desa dampingan. Peserta juga mendapatkan pemaparan tentang siapa saja yang akan mendorong perubahan-perubahan yang diinginkan. Hal terakhir yang didiskusikan adalah prasyarat kunci agar perubahan ke arah lebi baik dapat cepat terwujud.

“Diskusi ini sangat memperkaya dari rencana program yang sudah dirancang oleh SIGAB.. SIGAB tidak mungkin berjalan sendiri, namun banyak pihak yang harus dilibatkan dan bukan hanya dilibatkan tapi bagaimana ini menjadi milik bersama” papar Natalia selaku perwakilan dari The Asia Foundation saat ditemui solider setelah acara berlangsung.

 Sementara itu, Risky Sisindra dari bidang pemberdayaan masyarakat desa dan kawasan Kemenko PMK memaparkan bahwa   ternyata memang masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

“Kami mengunjungi anak difabel yang dipasung karena keterbelakangan mental dan itu sejak kecil. ada juga seorang difabel berusia sekitar tiga puluh tahun yang dipasung juga karena ada trauma di masa remajanya. Kami juga menemui pasangan difabel yang suaminya difabel netra dan istrinya CP, hebatnya mereka tetap bisa menafkahi diri mereka dengan kondisi yang agak mengecewakan bagi kami, namun mereka bisa survive. Apa lagi kalau kita bantu dengan dorongan inklusivitas,” pungkas Risky.

The subscriber's email address.