Lompat ke isi utama

Pusat Rehabilitasi Yakkum Menunggu Peserta Jamkesus

Solider.or.id, Yogyakarta- Pusat Rehabilitasi Yakkum sampai saat ini belum mendapati satupun difabel yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) mengambil bantuan berupa alat mobilitas. Hal tersebut dikatakan Isti Lanjari selaku Manager For Resource Mobilization Yakkum kepada solider pada Kamis sore (30/7.) Bantuan tersebut diberikan pihak Yakkum setelah penandatanganan surat kerja sama dengan pihak penyelenggara Jamkesus.

“Mulai dari kerja sama disepakati sampai saat ini, belum ada peserta difabel Jamkesus yang datang mengambil bantuan. Padahal dari kami sendiri menunggu dan sudah siap,” kata Isti.

Januari 2015, pihak penyelenggara Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) mengirimkan surat permohonan kerjasama kepada pihak Pusat Rehabilitasi Yakkum. Kerja sama dibuat dalam rangka menyediakan alat bantu mobilitas bagi peserta Jamkesus. Kerjasama tersebut baru disepakati dua belah pihak pada bulan Mei kemarin, dalam jangka waktu kontrak sampai Desember 2015.

“Kontrak bisa diperpanjang, tergantung dari pihak Jamkesus. Kami ditunjuk untuk menyediakan alat bantu mobilitas seperti kaki palsu, tangan palsu, laat penyangga, grift, dan lain sebagainya. Harganya berkisar mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 3,5 juta ,” tutur Isti.

Tak Banyak yang Tahu

Menurut Isti kurangnya sosialisasi dari pihak penyelenggara Jamkesus menjadi salah satu faktor terhambatnya realisasi alat bantu yang seharusnya sudah dimulai, sehingga difabel peserta jamkesus kesulitan dalam memahami mekanisme pengambilan alat bantu mobilitas yang sudah disediakan.

“Sosialisasi yang kurang dari pihak penyelenggara, jadi sedikit pula peserta jamkesus yang tahu soal pelayanan Jamkesus itu sendiri seperti apa,” pungkas Isti.

Isti memaparkan prosedur pelayanan peserta Jamkesus dalam mendapatkan bantuan mobilitas, dimana masa perolehan alat bantu tersebut hanya berlaku dua tahun satu kali dalam satu jenis alat bantu. Prosedur pelayanan dari pihak Yakkum meliputi beberapa tahap. Pertama, peserta diwajibkan membawa surat rujukan dari dokter rehab medis yang sudah dilegalisir oleh pihak Jamkesus, dimana surat rujukan tersebut hanya berlaku sampai satu bulan.

“Dan kalau sudah hangus, minta lagi surat rujukan yang barun ke pihak Jamkesus,” jelas Isti.

Kedua, peserta diharuskan membawa fotokopi surat jaminan Jamkesus yang sudah dilegalisir. Ketiga, peserta membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) beserta fotokopi kartu peserta Jamkesus. Keempat, peserta wajib datang sendiri untuk menandatangani surat pernyataan pengambilan alat bantu yang tidak bisa diwakilkan.

Lebih lanjut Isti juga menjelaskan penentuan nominal tiap alat bantu ditentukan oleh pihak Yakkum, dan akan disesuaikan dengan nominal bantuan yang diberikan oleh pihak penyelenggara Jamkesus. Namun sampai sekarang pihak Yakkum belum mendapatkan data nominal bantuan dari pihak penyelenggara Jamkesus.

“Misalnya dari pihak Jamkesus memberikan bantuan Rp 1,5 juta dan harga alat bantunya Rp 2 juta berarti peserta Jamkesus tersebut harus membayar sendiri kekurangan dari nominal bantuan tersebut,” tambah Isti.

Sedangkan untuk alat bantu dengan besaran nominal dibawah besaran nominal bantuan yang diberikan pihak Jamkesus, peserta tidak bisa mengambil sisa dari besaran nominal bantuan yang diberikan.[Robandi]

The subscriber's email address.