Lompat ke isi utama
Elvy memberikan keterangan perihal Jaminan Kesehatan Khusus DIY

Skema Jamkesus DIY Tanggung Alat Bantu Difabel

Solider.or.id, Yogyakarta-  “Sangat disadari harga alat bantu kesehatan tidak murah dan tidak ditanggung dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Karenanya, Dinas Kesehatan DIY menanggungnya melalui Jamkesus. Jamkesus tidak hanya menjamin kesehatan bagi difabel, tapi juga menanggung alat bantu kesehatan mereka,” ungkap Kepala Badan Penyelenggara Jamkesos Dinas Kesehatan , Drs. Elvy Effendie, M.Si.Apt., Selasa (28/7) di Ruang Teatrikal, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam diskusi tentang Jaminan Kesehatan bagi Difabel tersebut, Elvy Effendie menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah DIY telah mengeluarkan Perda DIY Nomor 4 Tahun 2012 dan diperkuat dengan Pergub Nomor 51 Tahun 2012 untuk menjamin pemberian tanggungan kesehatan bagi difabel. 

Dinas Kesehatan DIY bermitra kerja dengan empat bengkel alat bantu kesehatan dalam memudahkan difabel mengakses alat bantu sesuai dengan kebutuhannya. Mitra kerja tersebut antara lain, Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Iropin, yang menyediakan alat bantu bagi difabel netra khususnya low vision. Mitra kerja lainnya: Audiotone, penyedia alat bantu dengar (hearing aid), Yayasan Kristen Untuk Kesejahteraan Umum (Yakkum) yang akan menyediakan alat bantu bagi difabel daksa, serta Unit Cerebral Palsy (UCP) dalam penyediaan kursi roda adaptif.

“Difabel low vision akan difasilitasi dengan bantuan kacamata agar dapat membaca, yang besarannya disamakan pasien kelas tiga atau sebesar Rp 150 ribu,”ungkap Elvy. Ia menambahkan keterangan bahwa ada fasilitasbantuan alat bantu dengar sebesar satu juta rupiah dengan disertai tes ambang batas sehingga difabel tuli mencapai kenyamanan dalam mendengar. Sementara S Avo, Bruce, kursi roda adaptif dan berbagai alat bantu bagi Cerebral Palsy (CP) difasilitasi dengan subsidi sebesar Rp 1,5 juta.

 “Semua bantuan tentunya berdasarkan pada indikasi medis. Alat bantu disesuaikan dengan kebutuhan khusus difabel berdasar rekomendasi dokter penanggung jawab. Semua difabel yang sudah menjadi anggota Jamkesus dan sesuai prosedur dapat mengakses bantuan alat bantu kesehatan tersebut, sesuai dengan plafon yang ditetapkan dalam Pergub 51/2012,” ungkap Elvy lebih lanjut.

The subscriber's email address.