Lompat ke isi utama

Subagyo: Perlu Gerakan Difabilitas dan Inklusivitas Sehingga Terminologi Memasyarakat

Solider.or.id, Surakarta-“Harus ada gerakan yang menyerukan ke arah inklusivitas,” ujar Drs. Subayo, M.Si, dosen dan konsultan pendidikan inklusi UNS Sebelas Maret.   Subagyo dalam Workshop Terminologi Difabilitas yang diadakan oleh PPRBM Solo, menyarakan bahwa terminologi difabilitas masih bias.

Subagyo juga menyatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan staf ahli di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Upaya yang harus ditempuh untuk mengubah mindset tentang pendidikan inklusi adalah dengan mencari teman-teman sebanyak-banyaknya sehingga mindset-nya benar. “Saya sempat memprovokasi lewat Forum Rektor. Dengan pembuatan Naskah Akademik (NA) yang  lalu ditanggapi oleh mereka dengan hanya ucapan ‘bagus sekali’.  Di NA itu saya menulis bagaimana anak tuna daksa kuliah, bagaimana tuna netra berkuliah. Saya memakai istilah difabilitas, bukan disabilitas, karena saya mengikuti pemiliknya,”tutur Subagyo.

Subagyo menambahkan bahwa lewat Pusat Studi Difabilitas yang dipimpinnya serta relawan yang tergabung di  Gerakan Peduli Indonesia Inklusi (GAPAI), pihaknya telah  melakukan pemetaan bangunan di UNS Sebelas Maret dan tanpa biaya sepersen pun. “Saya hanya bisa melakukan di tempat saya sendiri. Tolong nanti ada gerakan dengan paham  yang benar dulu mengenai difabilitas. Jadi jangan berangkat dari paham yang salah,”pungkasnya.

The subscriber's email address.