Lompat ke isi utama
SAPDA laksanakan diskusi kesehatan reproduksi di sekretariatnya

Penguatan Komunitas Remaja Difabel melalui Kesehatan Reproduksi

Solider.or.id, Yogyakarta- Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA) bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mengundang komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Yogyakarta pada diskusi komunitas remaja difabel di kantor SAPDA yang beralamatkan di Komplek BNI no.25 Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta. Diskusi yang dihadiri oleh 10 remaja Tuli dan 1 orang tua Tuli ini berlangsung  pada Sabtu (11/7/15) pukul 16.00-18.30 WIB.

“Ini sebetulnya acara tindak lanjut dari pelatihan kesehatan reproduksi sebelumnya. SAPDA ingin menggali sudah sampai seberapa paham dan mereka sudah melakukan apa. Apakah mereka sudah memberikan informasi kepada temannya yang kemarin tidak ikut”, jelas Abas perwakilan dari SAPDA.

Abas menambahkan, tujuan adanya acara ini agar SAPDA dapat mendampingi komunitas remaja difabel tidak hanya soal kespro saja namun bisa saling mendukung, bekerjasama, saling tukar pengalaman, dan menguatkan organisasi atau komunitas. 

Selama ini, SAPDA biasa mendampingi komunitas difabel daksa, namun anggotanya bukan remaja. “Makanya ini SAPDA ada program kespro, jadi kami ingin mengisiasi membentuk suatu komunitas remaja difabel karena difabel banyak jenisnya jadi paling efektif kalau ada komunitasnya sendiri, kami tidak bisa menggabungkan satu dengan yang lain karena pelatihan yang kemarin juga kan bukan hanya Tuli tapi grahita juga”, tambah Abas.

Abas berharap akan ada komunitas orang tua agar orang tua bisa memberi edukasi pada anaknya yang difabel. Lebih jauh, SAPDA berencana akan mendampingi komunitas Gerkatin bukan hanya terkait kesehatan reproduksi, namun juga manajemen organisasi komunitas. “Kendalanya kalau dengan mereka kalau tidak ada penerjemah bahasa isyarat, mungkin kami tidak tahu cara berkomunikasinya”, tutup Abas. (Ramadhany Rahmi)

The subscriber's email address.