Lompat ke isi utama
Mudik aman untuk difable dan anak di Pontianak

PPCI Dorong Layanan Mudik Ramah Difabel

Solider.or.id, Pontianak- Ketua Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Kalbar, Saparlis mendorong pemerintah daerah memperhatikan keselamatan para pemudik yang hendak pulang kampung untuk merayakan lebaran Idul Fitri.

Ia meminta Dinas Perhubungan di daerah melakukan perbaikan sarana dan prasarana perhubungan, transportasi dan keamanan masa mudik.

Menurut Saparlis, selama mudik, difabel dan anak sangat rentan menjadi korban kecelakaan pada tradisi tahunan mudik lantaran belum tersedianya aksesibilitas yang aman bagi mereka. Ia menambahkan keterangan bahwa akses transportasi publik saat ini dikenal tidak ramah bagi difabel.

Misalnya, para pengelola bus justru tidak menyediakan kursi khusus bagi difabel yakni dengan kursi yang lebih tinggi dan pegangan untuk penumpang yang berdiri dibuat lebih rendah.

Faktor pelayanan, begitu pemudik hendak menaiki bus atau kapal, lebih terkesan berdesak-desakan lantaran adanya aksi saling rebutan kursi penumpang di terminal atau pelabuhan.

“Kondisi seperti itu mestinya bisa dihindari manakala petugas terminal atau pelabuhan menyiagakan lebih banyak petugas melayani penumpang,” kata Saparlis.

Saparlis menambahkan pemerintah juga mesti mendukung perbaikan infrastruktur jalan dan rambu lalu lintas. Ia juga mengkritik jumlah korban yang tewas selama mudik justru berasal dari kecelakaan di jalan raya. Lainnya, adalah meminimalisir human eror dari pengemudi angkutan itu sendiri.

Kampanye Mudik Anak dan Difabel

Koordinator Satuan Tugas Perlindungan Anak Kalbar, Syarifah Ema Rahmaniah mengatakan, setiap tahun, setiap kali ada tradisi mudik, selalu makan korban di jalan.

Nah untuk menekan angka korban yang meninggal di jalan, pihaknya melakukan kampanye mudik ramah anak, disabilitas, lansia dan bebas narkoba untuk kesetiakawanan sosial, Jumat (3/7).

Tahun ini, Kota Pontianak, adalah bagian dari lima kota lainnya yang mengampanyekan mudik ramah ini. Seperti Jakarta, Bandung, Bengkulu, dan Yogyakarta.

Dalam aksi kampanye itu, Syarifah Ema bersama bersama para relawan membagikan buku saku kepada pengguna jalan  agar menjadi catatan untuk memperlihatkan tips-tips mudik yang ramah anak, lansia dan difabel.

Para relawan tidak lupa menyampaikan rekomendasi perbaikan kebijakan kepada kementerian perhubungan agar memperbaiki fasilitas sarana transportasi  yang aman dan aman bagi pemudik.

Termasuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Sosial juga akan membangun Posko Mudik Pondok Ceria yang akan digunakan untuk menghibur anak-anak yang kelelahan, salah satunya melalui kegiatan mendongeng. (Agus Wahyuni)

The subscriber's email address.