Lompat ke isi utama
Evaluasi Tim Asesment Tim Rintisan Desa Inklusi

Tim Asesmen Rintisan Desa Inklusi Lakukan Evaluasi

Solider.or.id, Yogyakarta – Tim asesmen atau penilaian awal rintisan desa inklusi lakukan evaluasi tahap pertama. Acara tersebut berlangsung di ruang rapat kantor desa Sendangtirto Berbah Sleman pada Selasa, (30/6).

 Evaluasi ini diikuti oleh seluruh anggota tim yang telah melakukan penilaian tahap awal ke seluruh lokasi dampingan Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) yang bekerja sama dengan Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta dukungan dari The Asia Foundation dalam program rintisan desa inklusi.

 “Dalam forum ini nanti akan mengetahui sejauhmana kegiatan  yang mereka lakukan dan apa saja yang menjadi kendala mereka, hambatan apa yang ada dilapangan, apa yang menjadi masalah, dan bagaimana nanti mereka harus membuat laporannya,” Kuni Fathonah, staf Rintisan Desa Inklusi SIGAB.

   Sarjiya, salah satu tim dari desa Sidorejo Lendah Kulonprogo mengungkapkan bahwa ia telah melakukan wawancara ke beberapa difabel dan sekaligus ke SD Muhammadiyah Ledok. “Kami telah bertemu dengan beberapa petani, pengurus Posyandu, kami juga telah melakukan wawancara dengan pimpinan pondok pesantren," ungkap Sarjiya, yang juga aktivis difabel.

 “Kami menemukan sejumlah kendala dalam asessment ini. sejumlah narasumber kami nilai justru merasa takut. Mereka takut kalau desanya kenapa-kenapa, takut kalau informasi yang mereka sampaikan itu kurang benar. Banyak narasumber takut kalau kami tahu kalau memang selama ini ada fakta layanan terhadap difabel misalnya belum maksimal akan terjadi apa-apa pada desa mereka,” tambah Robandi, yang juga satu tim dengan Sarjiya. (Ajiwan Arief)

 

The subscriber's email address.