Lompat ke isi utama
Tim penilai awal potensi desa inklusi

SIGAB Bentuk Tim Penilaian Awal Potensi Desa Inklusi

Solider.or.id-Yogyakarta, Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) membentuk tim assesment atau penilaian awal potensi desa inklusif di delapan desa pada Senin siang (22/6.) Pembentukan tim tersebut sebagai proses awal dari program Rintisan Desa Inklusi (RINDI,) yang bekerja sama dengan Kemenko Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan.

“Tim assesment ini ada 16 orang yang akan dibagi ke delapan desa. Ini sebagai langkah awal. Pembentukan tim untuk melihat dan memetakan kondisi dari delapan desa yang menjadi target tadi,” tutur Joni saat memberi sambutan.

M. Joni Yulianto memaparkan, tim assesment tersebut akan ditugaskan di delapan desa dari dua kabupaten, enam desa dari kabupaten Kulonprogo kecamatan Lendah dan dua di kabupaten Sleman kecamatan Berbah dan Mlati yang akan mendapat pengawalan dalam proses membangun desa inklusif.

“Banyak undang-undang kita tentang difabilitas, khususnya undang-undang desa. Namun implementasinya di level desa belum terlihat. Harapannya tim ini bisa menemukan indikator tersebut, yang nanti laporannya akan ditintaklanjuti bersama RINDI,” Papar Joni percontohan untuk desa-desa lain.

Rohmanu Solikin selaku koordinat program RINDI menambahkan, bahwa terdapat beberapa poin penting yang sangat berpengaruh terhadadap terciptanya desa inklusif.

“Pertama itu membentuk aktor-aktor difabel di desa, kedua mendapat pengakuan dan sikap menerima dari masyarakat. Ketiga keterlibatan di dalam pembangunan desa yang semuanya akan bermuara pada Undang-undang desa. Sasarannya adalah kelompok difabel, masyarakat desa, desa dan pemerintah desa,” tutup Rohmanu.[Andy R]

The subscriber's email address.