Lompat ke isi utama
Anis Rahmatillah sedang mengerjakan soal ujian nasional. Dok: Pribadi

Anis Rahmatillah, Tidak Canggung Kerjakan Ujian Nasional

Solider.or.id, Yogyakarta-  Anis Rahmatillah menulis lembar jawaban Ujian Nasional (UN) menggunakan kakinya.  Ia tidak canggung menjawab pertanyaan dengan cara yang berbeda saat mengikuti UN di sekolahnya, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bantul, Jalan Wates km 113, Senin (18/5/2) pagi.  Kelainan tulang yang merupakan faktor bawaan sejak lahir itu mengakibatkan tangannya tidak berfungsi sebagai mana mestinya. 

Ia terlihat dengan cekatan membuka lembaran-lembaran soal lalu menuliskan jawaban pada lembar jawab. Dia tidak mengalami kesulitan. Caranya, pensil dijepit di antara ibu jari dengan telunjuk jari kaki kanannya. Begitu juga Anis melakukannya saat menghapus maupun mengambil penggaris.

Anis ingin melanjutkan sekolah di SMP Negeri Tempel. Sebuah sekolah yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya. Ia ingin menjadi seorang guru. “Karena seorang gurulah yang mampu mengajarkan anak dari tidak tahu menjadi tahu," tuturnya saat bercerita tentang cita-cita.

Juara OSN 2014

Anis yang merupakan peserta UN termuda tersebut, juga merupakan Juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang telah berlangsung pada akhir tahun 2014, tepatnya pada 1-5 September. Dia peraih juara pertama OSN bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

“Untuk teman-teman di luar sana, jangan pernah patah semangat. Kita jangan pernah mau dikasihani, kita hanya perlu diberikan kesempatan untuk membuktikan kalau ternyata itu bisa,” tandasnya.

“Saya memiliki kegemaran melukis dan menulis di blog. Saya melakukan semuanya dengan menggunakan kaki saya. Dalam blog saya, saya menuliskan beberapa kegiatan saya, juga tentang pengalaman saya megikuti lomba OSN ke 11 di Lombok, NTB. Dia berpesan pada para pembaca Solider.or.id, “Yang ingin lebih mengenal saya silahka membuka blog saya, ini alamatnya: https://pelukiskaki.wordpress.com/," Anis mempromosikan blognya.

Alat Bantu Kemandirian

Kasito (59),ayah Anis, adalah seorang pensiunan BUMN yang melanjutkan profesinya dengan bercocok tanam bersama istrinya Sunariyah (50). Jarak 25 km dari  rumah ke sekolah , dari Kadipolo ke Jalan wates, tidak sedikitpun menyurutkan semangatnya untuk mengantar putrinya ke sekolah.

Dalam benaknya, anaknya tidak lama lagi akan memasuki usia pubertas. Dia ingin sekali anaknya mampu mandiri, mengurus kebutuhan pribadinya sendiri. Kasito sangat berharap akan adanya alat bantu kemandirian bagi putrinya. Dia berharap ada pihak-pihak yang mampu menciptakan alat bantu kemandirian bagi putrinya, juga bagi anak-anak lain dengan masalah serupa dengan yang dihadapi putrinya.

 

 

The subscriber's email address.