Lompat ke isi utama
poster lomba pembelajaran inklusi

Lomba Karya Desain Pembelajaran Sekolah Inklusi

LOMBA DESAIN PEMBELAJARAN DALAM  KELAS INKLUSIF

 

A. LATAR BELAKANG

Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) adalah organisasi non pemerintah yang bersifat  nirlaba, dan nonpartisan. SIGAB didirikan di Yogyakarta pada tanggal 5 Mei 2003. Organisasi yang mempunyai motto “Bersama Menuju Masyarakat Inklusif” ini mempunyai cita-cita besar untuk membela dan memperjuangkan hak-hak difabel di seluruh Indonesia hingga terwujud kehidupan yang setara dan inklusif.

SIGAB didirikan karena sampai saat ini kehidupan warga difabel masih dimarginalkan, baik secara struktural maupun kultural. Hak-hak warga difabel seperti hak pendidikan, pekerjaan, kesehatan, jaminan sosial, perlindungan hukum, akses terhadap informasi dan komunikasi sampai pada penggunaan fasilitas publik belum diterima sebagaimana mestinya. Dengan kata lain, telah terjadi diskriminasi terhadap warga difabel.

5 Mei 2015 SIGAB akan genap berusia 12 tahun. Dalam kurun waktu 12 tahun yang sudah dilalui, tentu banyak kegagalan maupun prestasi penting yang sudah diraih yang perlu direfleksikan kembali untuk mewujudkan masyarakat inklusif. Selain bertepatan dengan 12 tahun perjalanan SIGAB, di bulan Mei ini juga didiperingati hari Pendidikan Nasional yang jatuh tepat pada tanggal 2 Mei. Dengan alasan tersebut maka salah satu kegiatan yang dilakukan dalam rangka refleksi 12 tahun perjalanan SIGAB adalah lomba desain pembelajaran dalam kelas inklusif.

Sebagaimana kita ketahui pendidikan inklusif saat ini telah menjadi kebijakan pemerintah sebagai upaya untuk memenuhi hak memperoleh pendidikan bagi difabel. Jika dilihat dari sekolah yang mendapatkan label sebagai sekolah inklusif maka perkembangan pendidikan inklusif dapat dikatakan cukup menggembirakan. Namun demikian jika kita masuk lebih dalam, berbagai kendala dan hambatan dalam implementasi penddikan inklusif terutama di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta masih sangat banyak salah satunya adalah rendahnya kapasitas guru kelas dalam mendesain pembelajaran dalam kelas inklusif.

Melalui lomba desain pembelajaran dalam kelas inklusif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan inklusif khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

B. TUJUAN

Tujuan dari lomba ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Daerah Istimewa Yogyakarta

 

C. HASIL YANG DIHARAPKAN

  1. Munculnya motivasi dari pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak difabel.
  2. Terbangunnya kreativitas dan inovasi untuk mengembangkan pembelajaran yang inklusif di kalangan pendidik.
  3. Adanya contoh-contoh pembelajaran dalam kelas inklusif.

 

D. DESKRIPSI LOMBA

  1.  Peserta

Peserta lomba terdiri dari:

  1. Guru-guru SLB se-DIY;
  2. Guru Pembimbing Khusus (GPK) di sekolah-sekolah inklusif di DIY;
  3. Guru SD inklusi di DIY.

 

  1. Prosedur Lomba
  1. Peserta mengirimkan naskah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan tema “Melestarikan Lingkungan Hidup“ disertai CV pribadi ke email  [email protected]/or.id cc ke  [email protected] . RPP didesain untuk praktik mengajar selama 30 menit.

           RPP minimal berisi :

  1. Kompetensi apa yang hendak dicapai;
  2. Indikator-indikator yang menunjukkan hasil pembelajaran;
  3. Tujuan yang merupakan perilaku terakhir dari setiap indicator;
  4. Materi dan uraian materi yang sesuai dengan tema pembelajaran;
  5. Metode-metode yang akan digunakan dalam proses pembelajaran;
  6. Langkah-langkah penerapan metode pembelajaran;
  7. Sumber dan media yang sesuai dengan materi pembelajaran dan aksesibel bagi peserta pembelajaran;
  8. Evaluasi yang sesuai dan aksesibel bagi peserta pembelajaran.

 

  1. RPP akan diseleksi oleh tim penilai dan yang masuk dalam 10 besar akan dipanggil untuk mengikuti micro teaching mempraktikkan RPP
  2. Peserta yang lolos seleksi RPP mengikuti micro teaching masing-masing selama 30 menit dengan situasi kelas sebagai berikut :
  1. Kelas terdiri dari 15 siswa dengan beragam karakter;
  2. Siswa  terdiri dari:
  • Difabel rungu-wicara;
  • Difabel netra;
  • Difabel mental-intelektual;
  • Difabel daksa;
  • Non-Difabel.

Catatan : siswa disediakan oleh panitia

 

  1. Penilaian
  1. Tim Penilai

       Tim penilai sebanyak tiga orang yang masing-masing dari :

  1. Sigab
  2. Dikpora
  3. Akademisi ( PT )
  1. Aspek penilaian
  1. Relevansi: hubungan atau keterkaitan antara metode, materi, media, dan evaluasi yang digunakan dalam proses pembelajaran.
  2. Inovasi: kreativitas guru dalam menyampaikan materi pembelajaran baik dari segi metode, media, maupun evaluasi pembelajaran yang digunakan.
  3. Aksesibilitas: guru harus memastikan siswa atau anak didik mampu mengakses materi  pembelejaran.

 

  1. Hadiah dan penghargaan

Lomba ini akan diambil 3 pemenang, yang masing-masing akan mendapat hadiah atau penghargaan sebagai berikut :

  • Juara 1 sebesar Rp. 2.500.000, +  Trophy + Piagam
  • Juara 2 sebesar Rp. 1.500.000,- +  Trophy + Piagam
  • Juara 3 sebesar Rp. 1.000.000,- +  Trophy + Piagam

 

  1. Jadwal Kegiatan Lomba

No

Tanggal/ Waktu

Agenda

1.

13 April-15 Mei

Pengiriman RPP

2.

20 Mei 2015

Pengumuman hasil seleksi RPP di http://sigab.or.id dan http://solider.or.id

3.

23 Mei 2015

Praktek micro teaching

4.

31 Mei 2015

Pengumuman pemenang lomba

 

E. PENUTUP

Demikian kerangka acuan kegiatan ini kami susun, sebagai gambaran lengkap kegiatan lomba desain pembelajaran inklusiff.

 

The subscriber's email address.