Lompat ke isi utama
SD Sekunden

SD Negeri Pekunden Mulai Menjadi Sekolah Inklusi

Solider.or.id, Semarang- SD Negeri Pekunden Semarang merealisasi diri menjadi sekolah inklusi. Berbekal kesiapan mental dari para guru dan orang tua siswa disosialisasikan bahwa menjadi hak utama tiap anak untuk  mendapat pendidikan yang sama. Hal ini di harapkan agar di kemudian hari tidak muncul keluhan ketidak nyamanan dalam proses belajar mengajar.

Kendala tetap menanti perjuangan SD Negeri Pekunden untuk menjadi sekolah inkusi, di antaranya tidak tersedianya guru pendamping yang menjadi sarana utama berlangsungnya proses belajar mengajar di sini.

“Sangat disayangkan karena program yang bagus hanya menjadi retorika. Akan lebih baik saat pemerintah juga memiliki program yang di fasilitasi dengan tenaga pengajar khusus,”ungkap Agus Sutrisno, S.Pd, M.Pd selaku kepala sekolah SD Negeri Pekunden Semarang, dalam wawancaranya. Hal ini di katakan karena sejak tahun 2009 hingga saat ini SD Negeri Pekunden sebagai sekolah inklusi belum memiliki guru pendamping khusus untuk siswa difabel d imana hal seperti ini menjadi kendala yang sangat berarti. Tanpa adanya guru pendamping akan membuat siswa difabel tidak bisa terlayani dengan optimal.

Dirjen pendidikan pusat sebagai penyelenggara sekolah inklusi, secara tehnis memang telah mengadakan pelatihan bagi guru regular untuk menangani siswa difabel namun tidak menjamin bisa melayani siswa difabel dengan maksimal,.

SD Negeri Pekunden Semarang saat menyatakan status menjadi sekolah inklusi, masalah datang dari orang tua siswa yang masih belum bisa memahami. Berkat usaha pendekatan dari pihak sekolah hal tersebut dapat diminimalisasi dan akhirnya orang tua siswa bisa turut berempati. Merekapun memahami bahwa menjadi hak tiap anak untuk mendapat pendidikan yang sama. (Yanti)

 

The subscriber's email address.