Lompat ke isi utama
Pujiono, bersama teman-temannya

Pujiono: Mandiri, Aku Jadi Lebih Berarti

“Ya Allah, beri petunjuk agar aku bisa hidup mandiri. Tidak merepotkan keluarga tidak merepotkan orang tua.”

Itulah sepenggal harapan yang dilantunkan Pujiono setiap saat dan setiap hari dalam doa-doanya.Lahir 29 tahun yang lalu, sosok Puji, begitu ia biasa dipanggil adalah profil guru yang menyenangkan. Menjalani profesi guru di SMP Alam Ar Ridho, Semarang, baginya sangat mengesankan, bukan karena kondisi fisiknya yang terbatas tapi karena prestasi yang telah diraihnya memang di luar bayangan. Bagaimana tidak, tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa dia akan menjadi seorang guru. Puji tak pernah mengenyam bangku pendidikan formal sejak kecil, itulah sebabnya profesi guru menjadi luar biasa.

“Saya tidak pernah keluar rumah dan tidak pernah sekolah,” ujar Puji tak menampakkan bekas penyesalan atas masa lalunya yang terkurung dalam kesendirian.

Lahir dari keluarga yang penuh cinta dari pasangan Fitri dan Soema Sarbin, Puji tumbuh dalam cinta berlimpah dari keluarga dan kakak-kakaknya, maklum Puji adalah bungsu dari empat bersaudara terlebih sang Bunda telah tiada.

Masa kecil di lalui Puji hanya dengan berdiam di rumah. Membosankan bagi siapa saja, begitu juga yang dirasakan Puji dalam kesehariannya walau waktunya d lewatkan dengan beternak ayam sebagai hiburan.

“Karena rasa sayanglah maka kakak dan ayah saya tidak membiarkan saya keluar rumah.” Begitu Puji mengungkapkan alasan mengapa dia tak pernah diizinkan keluar rumah. Rasa kasih pulalah yang membuat mereka, keluarganya merasa khawatir Puji menghadapi kendala di dunia nyata karena kondisinya. Dalam kondisi keterbatasannya pula Puji tak ingin terus bergantung pada keluarga dan kakak-kakaknya. Dengan bekal niat yang kuat Puji bertekad untuk bisa keluar rumah dan memiliki kegiatan seperti teman sebayanya. Doalah satu-satunya harapan yang menguatkan Puji bahwa suatu saat nanti doanya akan terjawab, merealisasi mimpinya selama ini.

Sekian lama menanti, jawaban doa Puji datang dari tetangganya yang memiliki bekal sebagai alumni Rehabilitasi Centrum Prof. Dr. Soeharso, (RC Soeharso) Solo. Setelah mengurus dan mengajukan berbagai persyaratan untuk mengikuti seleksi, keluarga akhirnya dengan berat hati melepas Puji mewujudkan mimpi di RC Solo. Saat itu, di usianya yang ke 20 tahun, jadi pengalaman pertama kali bagi Puji melihat sekitar. Tak sedikitpun ada di benak Puji bagaimana kehidupan yang sesungguhnya di luar sana. Hanya dengan keyakinan dan tekad kuatlah yang membuat Puji bertahan demi ilmu bekal masa depan.

Mengabdi Jadi Guru

Mengambil bidang handicraft Puji berhasil menyelesaikan masa pembelajaran di RC Solo tahun 2007. Keluar dari RC Solo Puji masih dilanda kebingungan tak tahu bagaimana ilmu yang di dapatnya akan diterapkan.  Berbekal rasa percaya diri yang sudah dimiliki Puji mencoba melamar kerja melalui teman-temannya. Mengawali kerja sebagai penjahit di Surabaya hingga belajar mendalami sulam pita, Ia dihina dan diremehkan makin menyulut semangat untuk membuktikan dia punya kemampuan. Berpindah dari Surabaya ke Pasuruan, hingga keberadaan saat ini di Semarang.

Dari Semarang mencoba pasar di Wonosobo Puji memulai usaha berjualan aneka macam kerudung demi mimpi menjadi usahawan hingga garis hidup membawanya pada profesi yang tak pernah dia bayangkan. Seorang teman menawari Puji menjadi guru di sebuah sekolah alam dan jadilah Puji guru ketrampilan di SMP Alam Ar Ridho Semarang hingga sekarang.    

Tiga tahun mengajar di sekolah alam, SMP Ar Ridho yang terletak di jalan Bukit Kencana Jaya, Semarang, bagi Puji adalah prestasi yang benar-benar patut dibanggakan. Dengan rekan kerja yang memotivasi dan siswa yang berprestasi mendukung Puji semangat dalam berbagi menularkan ilmu yang dimiliki.

Pujiono menjadi motivator bagi penyandang HIV/AIDS di RS Dr Kariadi, memotivasi teman-teman sebaya direhabilitasi narkoba, mengisi acara kegiatan ibu-ibu PKK atau pengajian adalah kegiatan yang selama ini juga dilakukan. Berbesar harapan Puji ingin menyampaikan pada sesama teman difabel lainnya agar bisa bermanfaat dengan membantu orang lain walau dalam kondisi fisik dengan keterbatasan. (Yanti)

 

 

 

The subscriber's email address.