Lompat ke isi utama
Perayaan hari Down Syndrome Sedunia, di KM ) Yogyakarta

Anak Dengan Down Syndome Mampu Hidup Mandiri

Solider.or.id, Yogyakarta- Sesungguhnya anak dengan down syndrome dapat melakukan berbagai kegiatan, sebagaimana anak pada umumnya. Mereka adalah anak berdaya, yang juga mampu mandiri, ketika kesempatan atau aksesibilitas diberikan pada mereka. Hal tersebut diungkapkan oleh Sri Rejeki Ekasasi, Ketua Persatuan Orangtua Anak Down Syndrome (POTADS) melalui bincang-bincang dengan Solider, Senin (23/3).

Sri Rejeki, yang juga ibu dari anak dengan down sindrome, Mirza (18) mengatakan, bahwa hampir semua anak dengan down syndrome, mengalami keterbelakangan mental dan bebagai masalah kesehatan lainnya. Misalnya, gangguan pada pencernaan, hingga masalah pada jantungnya sehingga mereka membutuhkan perhatian yang lebih. 

”Mirza, anak kami termasuk yang mengalami masalah kesehatan tersebut. Dia bergabung dengan Nalitari DanceAbility, yang memeriahkan peringatan hari down syndrome di titik nol, pada Minggu (22/3) kemarin,” ungkapnya.

“Mereka bisa dilatih dengan berbagai keterampilan, dan otak mereka masih bisa dikembangkan, walaupun lambat namun mereka mampu hidup mandiri. Di negara yang telah maju, penyandang down sindrome mendapatkan kesempatan bekerja, sehingga kualitas kehidupan mereka menjadi lebih baik. Jadi intinya, di manapun mereka berada, mereka membutuhkan kepedulian dari orang lain untuk dapat mandiri,” lanjutnya.

Perhatian dari orang tua dan orang-orang terdekat, diharapkan pula perhatian dari masyarakat serta pemerintah akan membantu menciptakan kemandirian bagi penyandang down syndrome.

Terdapat 43 keluarga yang bergabung dengan POTADS Yogyakarta. Namun, tidak semua aktif mengikuti kegiatan POTADS, hanya sekitar 15 hingga 20 keluarga saja yang aktif. “Jumlah tersebut belum mencerminkan jumlah orang dengan down syndrome yang sebenarnya. Masih banyak keluarga dengan anak down syndrome yang belum tergabung dalam POTADS karena berbagai kondisi yang tidak mendukung,” katanya. 

Dorong Pemerintah Buat Kebijakan Inklusif

Sri berharap agar pemerintah kota membuat sebuah kebijakan bagi anak-anak dengan down syndrome yang memastikan atas akses kesehatan, pendidikan demikian pula dengan pekerjaan bagi mereka.

Ia juga mengatakan, peringatan hari down syndrome sedunia yang jatuh pada tiap tanggal 21 Maret tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa orang dengan down syndrome adalah bagian dari mereka. Orang dengan down syndrome berhak mendapatkan kesempatan yang sama dengan seperti orang lain.  Sri juga mengajak orangtua yang belum tahu POTADS untuk bergabung, bertukar informasi, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan.

Sri Rejeki Kasasi mengutip pembicaraan Walikota Yogyakarta, bahwa Hariyadi Suyuti pada peringatan hari down syndrome sedunia kemarin mengatakan, akan memberikan ruang bagi anak dengan down syndrome. Hariyadi juga berjanji akan mematangkan konsep Yogyakarta sebagai Kota Inklusi, sehingga seluruh anak berkebutuhan khusus (ABK) dapat mengakses kebutuhan dasarnya, seperti pendidikan dan kesehatan. “Semoga dapat segera terwujud,” harap Sri.

The subscriber's email address.