Lompat ke isi utama
Difabel sedang melaksanakan ujian praktik SIM

Lima Difabel Daksa Karanganyar Lolos Uji SIM

Solider.or.id, Karanganyar -  “Hanya lima orang, mbak tadinya ada enam orang tapi yang satu ada kerjaan,” tutur Istini Anggoro, Petugas Lapangan Karanganyar dari Pusat Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM), Kamis (19/03).

Dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar telah memberikan kemudahan. “Tidak ada kendala, sih cuma untuk ke depan hanya dibatasi dua orang, tidak bisa rombongan,” ujar Istini Anggono yang kali kedua mendampingi difabel membuat SIM di Polresta Karanganyar.

Peserta difabel yang terdiri dari lima orang difabel daksa melalui prosedur yang sama dengan peserta yang lain. Hanya pada saat tes kendaraan, mereka (difabel) mendapatkan ruang tes yang berbeda sebab, menyesuaikan dengan badan motor roda tiga yang notabene lebih besar daripada motor pada umumnya. Pihak Satlantas Polres Karanganyar sendiri tidak menyediakan jenis motor roda tiga, sehingga mereka harus membawa kendaraan mereka sendiri.

Pembuatan SIM D mengeluarkan biaya sebesar 50 ribu rupiah sedangkan SIM C sebesar 100 ribu rupiah. Biaya ini belum termasuk biaya tes mata sebesar 25 ribu rupiah.

Salah satu peserta difabel mendapatkan SIM C karena jenis difabel yang diderita tidak tergolong berat. “Kalau bisa SIM C, terserah dari sananya nanti,” tutur Joko Susilo salah satu peserta difabel yang disarankan untuk mendapatkan SIM C.

“Aksesibilitas tidak ada gangguan, tuh sudah ada jalan untuk kursi roda,” kesan salah satu peserta difabel. (Amalina Niara P)

The subscriber's email address.