Lompat ke isi utama
Fasilitator memandu Komunitas Perspektif

Komunitas Perspektif: Tumbuhkan Rasa Percaya Diri melalui Eksplorasi Titik

Solider.or.id.Yogyakarta. “Sebagai subyek, setiap anak memiliki potensi sebagai seniman. Setiap anak dapat menguasai media seni. Salah satu pintu masuk menguasai media seni adalah penguatan rasa percaya diri, ”demikian ungkap Moelyono, fasilitator Komunitas Perspektif menyampaikan dasar pemikiran dalam berkarya seni rupa.

Berkarya seni rupa dalam Komunitas Perspektif, merupakan salah satu cara membongkar paradigma tentang seni merupakan hal yang tidak bisa dilakukan oleh setiap orang. “Berkarya seni rupa, sesungguhnya dapat dilakukan oleh siapa saja, sepanjang pada diri seseorang itu terdapat kepercayaan diri, maka setiap orang dapat berkarya,” lanjut Moelyono dalam perbincangannya dengan Solider, Minggu (22/2).

Komunitas Perspektif memiliki tujuh orang anggota, yang memiliki berbagai keterbatasan dalam beraktivitas. Mereka di ataranya adalah, Laksmayshita Khanza Larasati Carita (19), Angger Gagat Raino (6), Hepi Nafisa Mukholifah (9), ketiganya adalah difabel tuli. Muhammad Haidar Arifin (7), difabel daksa, Maidea Nur Khasanah (11), slow learner,  Suryo Putro Legowo, difabel ganda (tuli dan slow leaner) serta Okta Suhendra (17), difabel retardasi mental.

Dalam kurun waktu lima bulan, dengan frekuensi satu atau dua kali pertemuan tiap bulannya, seluruh anggota Komunitas Perspektif berhasil menciptakan karya seni rupa yang mengagumkan. Karya seni dengan mengeksplorasi titik, yang dibuat dari berbagai bahan yang dapat dijumpai di sekitar tempat tinggalnya.

Karya berhasil dipamerkan, dalam sebuah pameran sederhana yang dilaksanakan di Sekretariat Komunitas Perspektif, Indonesia Buku (I:boekoe), Jalan Sewon Indah 1, Bantul, Yogyakarta. Dalam pameran pertamanya yang dihadiri 50 an pengunjung dari berbabagai kalangan, diantaranya Wakil Bupati Sleman beserta suami, kepala desa panggungharjo, Team dari Tutti Arts, Australia, beberapa seniman, mahasiswa, sekolah luar buasa, serta masyarakat umum, berhasil mengoleksi10 karya anak-anak anggota perspektif.

Berproses di dalam Komunitas Perspektif

Penguasaan percaya diri pada tiap-tiap anak, dilakukan dengan menguasai elemen dasar seni rupa, yaitu titik dengan eksplorasi yang menyenangkan. Penguasaan elemen dasar dilakukan oleh fasilitator yang berperan sebagai subyek, demikian pula anak juga sebagai sesama subyek yang dalam proses fasilitasi terjadi dialogis. Konsep tersebut yang terjadi dalam proses berkarya seni rupa pada Komunitas Perspektif, dalam setiap kegiatan berlatihnya.

Selanjutnya, fasilitator belajar memahami eksplorasi elemen titik pada tiap-tiap anak dengan berbagai keterbatasan. Akhirnya anak-anak anggota Komunitas Perspekti dengan asyik bermain eksplorasi titik berdasarkan potensi, spesifikasi, kekuatan dan kemampuan masing-masing. Alur fasilitasi dalam penguasaan media seni rupa tidak berjalan secara liniar, melainkan dialektis.

The subscriber's email address.