Lompat ke isi utama

Mengenal Difabel melalui Pementasan Seni

Solider.or.id, Yogyakarta- Perkumpulan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta asal Klaten menggelar Try Out untuk siswa sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas kelas 3 yang akan menghadapi ujian nasional pada April 2015 kelak. Kegiatan tersebut bernama Blastout (Balairungklass) 2015 dan diselenggarakan di gedung RSPD Klaten pada Kamis (19/2) dari pukul 07.00 WIB. Acara yang dihadiri oleh 1000 peserta try out ini juga mengundang komunitas seni difabel tuli, Deaf Art Community (DAC), untuk memberikan pementasan.

“Selain untuk menghibur peserta yang habis berkutat dengan soal, pentasnya DAC semoga bisa memotivasi mereka untuk menghadapi ujian nasional besok April. Ini kan juga sudah tahun ketiga kami bekerjasama dengan DAC,” ujar Nurma Salsabila selaku panitia bidang humas.

Nurma berharap, pementasan DAC tidak berhenti sampai acara ini selesai. Namun bisa bekerjasama lagi di tahun-tahun berikutnya. Tujuan lainnya agar semakin banyak pemuda yang mengenal dan peduli kepada teman-teman difabel.

Hadir 9 personil DAC mengisi pementasan selama 30 menit. DAC diiringi oleh Beatboxing of Jogja (Bejo) saat mementaskan tarian hip-hop. Meskipun anggota DAC semua tidak bisa mendengar dengan telinga mereka, namun mereka mampu merasakan getaran dari musik yang diciptakan oleh Bejo melalui detak jantung mereka. Itu lah yang membuat personil DAC mampu menari seirama dengan musik Bejo. 

Pementasan yang dibawakan DAC antaranya musik beatbox dari Bejo, pantomim, bermain alat musik jimbe, puisi isyarat, dan tarian hip hop. Seluruh personil DAC terlihat bersemangat dan tersenyum saat seluruh penonton mengisyaratkan “I Love You” dan bertepuk tangan dalam bahasa isyarat. (Ramadhani Rahmi)

The subscriber's email address.