Lompat ke isi utama
Ulang tahun Gerkatin

Ultah ke-33 Tahun Gerkatin Solo Ajak Sosialisasikan Bisindo ke-Tujuh Kabupaten/Kota

Solider.or.id, Surakarta-Ulang tahun Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin) Solo yang ke-33 didatangi oleh anggotanya dari 7 kabupaten/kota (Surakarta, Wonogiri, Sragen, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo). Acara yang dibawakan oleh Stefanus Indra Adi Kusuma diselenggarakan di aula Balai Rehabilitasi Sosial Bhakti Candrasa, Minggu (22/2). Muhammad Isnaini mantan ketua Gerkatin (2010-2014) dalam sambutannya mengemukakan tentang hak-hak tuli untuk berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Dirinya yang pernah mengenyam bangku SLB menyatakan bahwa bahasa mulut (oral) tidak efektif, cenderung menyusahkan tuli. “Di antara kita sendiri (anggota Gerkatin) masih banyak yang belum tahu Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) jadi masih perlu terus untuk sosialisasi,”tutur Muhammad Isnaini di hadapan hadirin.

Muhammad Isnaini kemudian memutar sebuah video percakapan bahasa isyarat antara dirinya dengan seorang tuli dari Jepang. Video tersebut adalah pengalaman ketika mengikuti sebuah acara di India beberapa waktu lalu. “Di sini kita melihat, betapa bahasa isyarat (global) yang saya pakai pun, tampak berbeda dengan bahasa isyarat dari tuli Jepang. Namun demikian ini menambah pengalaman bagi kami berdua,”jelas Muhammad Isnaini yang diterjemahkan oleh seorang relawan Deaf Volunteer Organization.

Galih Satrio, ketua panitia acara ulang tahun ke-33 Gerkatin kepada Solider mengatakan bahwa dengan bertemunya para anggota Gerkatin untuk menguatkan tali silaturahmi dan berbagi pengalaman. “Kami juga mengajak pemuda-pemuda baru anggota Gerkatin supaya lebih maju,”pungkas Galih Satrio.

 

The subscriber's email address.