Lompat ke isi utama

PAUD dan Sanggar Inklusi Tunas Bangsa Butuh Motivator untuk Orangtua ABK

Solider.or.id, Sukoharjo- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sanggar Inklusi “Tunas Bangsa” Nguter Sukoharjo membutuhkan pemantik motivasi untuk para orangtua anak berkebutuhan khusus (ABK). Hal tersebut disampaikan oleh Puji Handayani, Kepala Sekolah PAUD dan Sanggar Inklusi “Tunas di kantornya Kamis (12/1).

“Masih ada perasaan minder pada orangtua. Karena beberapa ABK yang bersekolah di sini kebanyakan adalah Cerebral Palsy (CP) ada orangtua yang mengeluh, anaknya belum bisa memegang alat tulis, atau gunting misal untuk prakarya. Saya dan kami para guru di sini selalu memberi motivasi bagi mereka, namun kami juga butuh motivator dari luar sanggar untuk bersama-sama kami menambah wawasan dan pemahaman bagi para orangtua,”tutur Puji Handayani.

Puji Handayani juga menceritakan kondisi PAUD dan Sanggar Inklusi saat ini yang dalam beberapa waktu lalu mendapat kunjungan Maratmo dari Pusat Pelatihan dan Pengembangan Rehabilitasi Berbasis Masyarakt (PPRBM) YPAC Prof. Dr. Soeharso dan Kobayasi dari himpunan istri-istri pengusaha Jepang di Indonesia. Mereka memiliki program pemberikan beasiswa untuk difabel usia SD, SMP dan SMA. Data sanggar inklusi masih banyak dan belum diverifikasi. “Kalau SHG dewasa kita sudah punya data-data mereka yang punya anak ABK. Saya himpun ada enam anak usia SMP lalu saya laporkan ke PPRBM,”ujar Puji Handayani.

Ketika ditanya tentang pembangunan gedung baru PAUD dan Sanggar Inklusi Tunas Bangsa yang berdiri di atas tanah milik kas desa dan bantuan pembangunan dari Direktorat PAUD/Nonformal Informal melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Puji Handayani mengatakan bahwa hampir seratus persen selesai. “Mungkin pada bulan Maret nanti bisa diresmikan. Harapan kami Bapak Bupati yang meresmikannya,”pungkas Puji Handayani.

The subscriber's email address.