Lompat ke isi utama
Gedung Komisi Yudisial

Komisi Yudisial Kunjungi SIGAB Bahas Kerja Sama

 

Solider.or.id, Yogyakarta- Komisi Yudisial berkunjung ke kantor sekretariat SIGAB Kamis (29/1). Kedatangan Komisi Yudisial ini berkaitan dengan MOU yang telah disepakati antara kedua belah pihak. “Pada dasarnya kedatangan kami ke SIGAB adalah untuk menjaring berbagai informasi sebenarnya apa saja program SIGAB di tahun 2015 ini yang bersentuhan langsung dengan Komisi Yudisial, ” ungkap Toro selaku perwakiilan dari Komisi Yudisial. Komisi Yudisial juga berharap bahwa berbagai program yang dijalankan oleh kedua lembaga nantinya dapat bersinergi.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel dan Komisi Yudisial telah menyepakati terdorongnya PERMA atau peraturan mahkamah agung tentang difabel yang berhadapan dengan hukum. Adanya peraturan mahkamah agung nantinya diharapkan dapat menutupi kelemahan KUHP dan KUHAP yang kurang berperspektif difabel dan bahkan tak jarang merugikan bagi difabel.

 Sementara itu, dari SIGAB telah mencanangkan beberapa program yang berkaitan dengan advokasi. Beberapa program seperti workshop penyusunan indikator peradilan, pembuatan buku saku pemantauan peradilan untuk menuju peradilan yang aksesibel. Hal ini akan menjadi semacam pegangan atau panduan bagi kawan-kawan difabel, workshop pemantauan peradilan bagi difabel, analisis putusan, dan workshop tentang urgensi PERMA bagi difabel.

Toro mengungkapkan bahwa “dari kelima program kerja SIGAB ini saya kira sudah cukup jelas dan nantinya kami akan mudah untuk mensuport, tentu hal yang nanti bisa kami lakukan, khususnya untuk kemanfaatan bagi masyarakat ini bisa dalam bentuk apa pun, misalnya kita ada program pelatihan hakim, bisa saja nanti dalam pelatihan hakim tersebut kita sisipkan mengenai isu difabel yang berhadapan dengan hukum ini yang berkaitan dengan keberfihakan peradilan terhadap difabel ini”.

Toro mengatakan bahwa ia amat optimis jika MOU  yang selama ini telah disepakati dapat berlanjut dan nantinya akan lebih jelas progressnya,   lebih-lebih SIGAB telah memiliki berbagai program yang cukup realistis dan representatif. “Nanti kalau sudah ada modulnya saya yakin kita akan lebih mudah untuk bergerak, tentu kami dari KY memang tidak terlalu faham dengan berbagai konsepnya, jika SIGAB sudah membangun ya nanti dapat kita lanjutkan lagi dan dapat kita realisasikan lagi dalam bentuk berbagai pelatihan”.  (Ajiwan Arief)

The subscriber's email address.