Lompat ke isi utama

Musrenbang 2015 Kecamatan Mlati Belum Mengakomodasi Hak-Hak Difabel

Solider.or.id, Yogyakarta- Belum ada satupun program Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mlati, Sleman, Yogyakarta yang melibatkan difabel.  Di satu sisi, Kecamatan Mlati memiliki 562 difabel. Hal tersebut dikritisi oleh Ketua ODM (Organisasi Difabel Mlati), Doddy Kalliri dalam Musrenbang 2015 yang diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Mlati, Rabu (28/1).

Lebih lanjut Doddy mengatakan, jumlah tersebut adalah jumlah yang sudah masuk dalam pendataan. Namun dirinya meyakini bahwa masih ada difabel yang belum terdata. “Jika bicara tentang jumlah, tentu saja jumlah tersebut tidak boleh dibilang sedikit. Tapi sedikit atau banyak jumlah difabel yang berada di kecamatan Mlati, semestinya mendapat perlakuan dan hak sama dengan warga masyarakat non-difabel,” katanya.

“Namun demikian, saya sangat mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang yang sudah melibatkan ODM. Akan tetapi sangat disayangkan hak-hak kesejahteraan bagi difabel belum diusulkan dalam Musrenbang di kecamatan di mana kami berada dan beraktivitas,” ujar Doddy.

Pada kesempatan tersebut, Doddy mengajukan usulan dan harapan agar difabel di kecamatan Mlati dapat diikutsertakan atau berpartisipasi dalam setiap proses pembangunan baik di tingkat desa maupun kecamatan.  “Keterlibatan difabel dalam berbagai kesempatan akan mendorong difabel mampu mandiri, ini meruapakan hal yang mendasar yang harus dilakukan,” tegasnya.

Hal mendasar lainya yang yang harus mendapat perhatian adalah adanya pengarus utamaan isu disabilitas dalam berbagai kegiatan, dan mendorong serta menumbuhkan perspektif dalam masyarakat terhadap penyandang disabilitas, tentang hak-hak penyandang disabilitas di berbagai sektor kehidupan.

Beberapa Usulan Raib dari Musrenbang Kecamatan

Berhasil diklarifikasi Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kasi Kesmas), Anthony mengatakan bahwa sehari sebelumnya, dirinya bersama dengan Ratna Dewi salah satu pengurus ODM telah membicarakan tentang berbagai usulan dalam Musrenbang.

“Lima usulan yang kami susun, salah satunya adalah memfasilitasi kegiatan rutin penyandang disabilitas. Harapan kami kegiatan difabel di kecamatan Mlati ini dapat masuk dalam salah satu Pagu dalam Musrenbang, sehingga mendapatkan alokasi dana khusus sebagaimana mestinya. Namun entah bagaimana usulan yang sudah kami bahas dengan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) pada Senin, 26/1 itu raib. Selama ini kegiatan ODM kami danai sebisa mungkin, dengan menggabungkan dengan pelaksanaan kegiatan lain,” kata Anthony.

“Kebijakan memang selalu berada di atas, kami yang di bawah hanya dapat mengusulkan, tapi sampai sekarang belum mendapat jawaban yang menggembirakan. Ini selalu menjadi catatan kami, karena difabel adalah bagian dari warga masyarakat kami, yang tentunya setara hak-haknya dengan warga masyarakat non-difabel, sebagaimana ada lanjut usia dan anak-anak, yang sudah masuk dalam pagu-pagu Musrenbang,” pungkas Anthony.

The subscriber's email address.