Lompat ke isi utama

Pemerintah Kota Yogyakarta Belum Punya Data Akurat Soal Difabel

Solider.or.id,Yogyakarta- Edi Muhammad, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Yogyakarta, mengakui data yang dihasilkan program pembaruan data difabel belum akurat bila dibandingkan dengan data yang dimiliki beberapa lembaga difabel . Keterangan tersebut menjadi catatan atas program pembaruan data difabel yang diadakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta tahun 2014 lalu. Program tersebut dilakukan melalui pembentukan tim survey yang diterjunkan langsung ke masyarakat melalui Rukun Warga (RW) di setiap kecamatan di Kota Yogyakarta

"Sayangnya data dari tim survey kami belum akurat, kalau dibandingkan dengan data dari beberapa lembaga difabel seperti SAPDA, itu lebih rigid dan komplit. Seperti alamatnya, tingkat kebutuhan, usia yang itu cukup signifikan, " jelas Edi ketika ditemui solider di acara penganugrahan FFDIS pada Selasa malam (7/1).

Edi mengatakan data tim surveyor yang belum akurat karena kurangnya pemahaman tim surveyor tentang wacana difabilitas. Tak hanya itu, Edi juga menghimbau kepada segenap masyarakat agar turut serta membantu pendataan, sehingga dapat mempermudah tim surveyor.

Edi juga menegaskan, pemerintah kota Jogja telah melakukan evaluasi dan akan bekerja sama dengan beberapa lembaga difabel terkait program pembaruan data difabel setiap tahunnya.

"Tentunya itu menjadi bahan evaluasi kami, dan untuk kedepan kami akan bekerja sama dengan beberapa lembaga difabel ," tutur Edi.

Tak hanya perihal kerja sama dalam pembaharuan data, Edi juga menambahi pemerintah kota akan bekerja sama dalam pemberdayaan kaum difabel pada beberapa aspek kebutuhan difabel.

"Tidak hanya soal data, kami juga akan bekerja sama dengan lembaga difabel dalam aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain-lain" tutup Edi.

(Robandi)

The subscriber's email address.