Lompat ke isi utama

Raperda Perlindungan Anak Kabupaten Sukoharjo Libatkan Difabel

Solider.or.id, Sukoharjo-Raperda Perlindungan Anak kabupaten Sukoharjo libatkan difabel dalam perumusannya. Raperda saat ini sudah sampai tahap penyelesaian di tingkat eksekutif dan direncanakan tanggal 27 Januari nanti akan dibentuk panitia khusus (pansus) di tingkat legislatif. Demikian diungkapkan oleh Agus Santoso, kepala bagian hukum pemerintah kabupaten Sukoharjo saat ditemui Solider di ruang kerjanya, komplek pemerintah kabupaten Sukoharjo, Senin (5/1/2015).

Terkait dengan materi, Agus Santoso mengatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Ketua RBM Sehati Sukoharjo untuk mengakomodir difabilitas. “Saya sudah bertemu dengan Mas Edy (Edy Supriyanto-red)dan sharing sehingga mendapatkan masukan-masukan,”tutur Agus Santoso.

Raperda Perlindungan Anak selama ini telah melalui beberapa tahapan dari Naskah Akademik (NA), public hearing, hingga saat ini tengah dibahas di tingkat eksekutif berkenaan sinkronisasi dan harmonisasi. Hal itu terkait peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi serta kepentingan lain termasuk perlindungan pendidikan dan kesehatan.

 “Ke depan agar implementasinya bisa langsung menyentuh masyarakat khususnya anak difabel,”imbuh Agus Santoso.

Saat ditanya tentang sangsi pelanggaran apakah sudah termaktub dalam Raperda, Agus Santoso mengatakan bahwa ada sangsi administratif dan pidana bagi pelanggar Perda Perlindungan Anak. Raperda Perlindungan Anak ini bahkan terkait dengan Undang-undang yang lebih tinggi tingkatannya yakni Undang-undang Trafficking atau perdagangan anak.

“Hari ini ada penegasan sangsi pidana dalam Raperda Perlindungan Anak. Kami melakukan koordinasi dengan konsultan dan Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KPPKB),”pungkas Agus Santoso.

The subscriber's email address.