Lompat ke isi utama
Diskusi hari anti kekerasan terhadap perempuan

Polda Jateng : Kasus Kekerasan Seksual Perempuan Difabel Bisa Dibuka Kembali

Solider.or.id, Surakarta-Ratna Dewi dari lembaga Center for Improving Qualified Activity in Life People with Disabilities (CIQAL)  Yogyakarta  mempertanyakan kepada Darmono dari kepolisian daerah Jawa Tengah tentang  kasus yang pernah didampinginya bersama forum. Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan difabel tersebut terhenti karena kendala komunikasi sebab saksi korban seorang tuli dan belum adanya perspektif difabilitas oleh aparat hukum.

“Padahal korban bisa menunjukkan foto dan rumah si pelaku. Namun kepolisian tidak menanggapi laporan dan meneruskan penyidikan hingga kini anak korban tengah berusia dua tahun,”tutur Ratna Dewi pada sesi tanya jawab di acara Seminar Nasional Mengakhiri Impunitas Pelaku Kekerasan Seksual yang dihelat oleh SPEK-HAM di Bale Manganti Praja komplek Balai Kota Solo, Selasa (23/12/2014).

Darmono menjawab pertanyaan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap perempuan difabel tersebut berpotensi bisa dibuka kembali. “Orangtua si korban bisa menjadi pendamping. Datanglah ke kepolisian dan laporkan kepada atasannya. Kendala di lapangan pasti ada karena kesulitan komunikasi. Kami hanya berhak menerima laporan, dan perkara ini biar diuji oleh pengadilan,”jelas Darmono.

Ratna Dewi menyatakan lagi bahwa si korban pernah melakukan tes DNA namun hasil tes tersebut tidak cocok dan diragukan . “Pada saat tes DNA, kuasa hukum tidak dilibatkan,”imbuh Ratna. Sementara itu Sri Nurherwati, komisioner Komnas Perempuan yang juga menjadi pembicara pada acara seminar tersebut mengatakan bahwa selain tes DNA adalagi tes darah (tanpa menyebut nama) yang tingkat akurasinya 70% cocok. “Karena tes DNA sangat mahal maka Kementerian Kesehatan menggratiskan tes DNA bagi perempuan korban kekerasan seksual  untuk beberapa wilayah daerah dan Jawa tengah termasuk di dalamnya,”jelas Sri Nurherwati

Pada acara seminar tersebut Komnas Perempuan juga mempertanyakan tentang seberapa jauh Polda Jawa Tengah melakukan pengawasan kepada Polresta Sukoharjo terkait kasus Raja Solo dengan korban masih usia anak-anak. 

The subscriber's email address.