Lompat ke isi utama

Persatuan Mobiliti Malaysia Memberi Layanan Transportasi Khusus

Malaysia memiliki mobil van yang dilengkapi dengan ramp dan lift hidrolik. Kendaraan milik Persatuan Mobiliti Selangor dan Kuala Lumpur  ini beroperasi untuk melayani penumpang dengan kebutuhan khusus seperti difabel dan orang sakit di kedua wilayah tersebut.

Salah satu founder Mobiliti Antony Arokia menyebut organisasi ini didirikan pada 2002 lalu. Dari mengikuti sebuah seminar mengenai kendaraan aksesibel munculah gagasan untuk menyediakan fasilitas ini di Malaysia. Gagasan ini bersambut dengan bantuan van yang dilengkapi fasilitas aksesibel dari Jepang.

Layanan “door-to-door

Organisasi ini hadir memberi layanan bagi difabel yang memiliki kesulitan dalam mengakses transportasi umum, karena mayoritas sarana transportasi umum ini belum menyediakan aksesibilitas memadai. Dengan konsep layanan “door-to-door” layanan bagi pengguna kursi roda di wilayah Pegunungan Klang.

Awalnya fasilitas ini ada untuk melayani mereka yang membutuhkan layanan antar ke rumah sakit, melakukan dialysis, gedung pemerintahan, bank, berbelanja maupun mengunjungi teman. Namun saat ini fasilitas ini juga digunakan untuk memberikan layanan antar jemput peserta seminar dan wisatawan berkebutuhan khusus. Bahkan layanan ini pernah digunakan oleh pengantin saat menjalani prosesi pernikahannya.

Seiring berkembangnya waktu selain menyediakan layanan mobilitas organisasi ini juga berperan dalam mengadvokasi peningkatan aksesibilitas gedung-gedung. Mobiliti merupakan layanan yang dijalankan oleh difabel dan ditujukan pada difabel.

Layanan meningkat

Jika awalnya fasilitas van mobility terbatas pada layanan personal, tapi sekarang dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan aksesibel maka layanan Mobiliti juga meningkat. Angka kecelakaan, wabah penyakit dan angka lansia yang terus bertambah membuat pengguna kendaraan khusus juga meningkat.

Selain itu keberadaan konferensi/seminar/workshop baik di tingkat nasional maupun internasional, penyelenggaraan kejuaraan olahraga khusus yang diselenggarakan di Malaysia menjadi salah satu pendongkrak penggunaan layanan ini. Lima van yang milik Persatuan Mobiliti Selangor dan Kuala Lumpur ini juga yang menyediakan fasilitas untuk mengantar jemput peserta International Conference on Accessible Tourism (ICAT) yang berlangsung di Kuala Lumpur dan Petaling Jaya, Malaysia awal Desember lalu.

Untuk mengakses layanan ini pengguna dikenakan biaya 5 Ringgit Malaysia atau sekitar 20 ribu rupiah per orang per perjalanan. Namun harga ini bisa bertambah tergantung jarak perjalanan yang harus ditempuh.

Mobility saat ini menjadi organisasi non profit yang mendapat dana dari sponsor dan donasi public. Meski menerima kontribusi dari pengguna, namun salah satu pengemudi van Effendy menyatakan sebenarnya dana kontribusi ini tidaklah cukup untuk membiayai biaya operasionalnya. Sehingga dana pendukung masih menjadi penopang utamanya.

The subscriber's email address.