Lompat ke isi utama

Sarasehan HDI 2014 Soroti Aksesibilitas Sarana Transportasi Kota Solo

Solider.or.id, Surakarta- Direktur Pusat Pengembangan dan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (PPRBM) Solo menyoroti aksesibilitas yang masih kurang pada sarana transportasi khususnya Batik Solo Trans (BST). Hal itu diungkapkan setelah mendengar pernyataan difabel dari berbagai komunitas. Faktor risiko yang menghambat difabel antara lain belum semua shelter ada jembatannya. Juga belum tersedianya teknologi untuk difabel netra pengumuman berupa suara untuk setiap pemberhentian. Sunarman menekankan pentingnya difabel, masyarakat, dan lembaga difabel yang didukung oleh pemerintah mempunyai konsepsi bersama.

 “Ini teknologi yang sederhana saja belum sempurna untuk kota yang dijuluki ramah difabel,”tutur Sunarman dalam malam tirakatan yang berisi sarasehan untuk memperingati Hari Difabel Internasional 2014 di aula YPAC Surakarta, Selasa malam (2/12/2014).

Acara yang bertema “Dengan teknologi tepat guna, kita wujudkan pembangunan yang berkelanjutan” dihadiri juga oleh narasumber lain Ketua YPAC  dr. Tunjung Hanurdaya dan Ketua Tim Advokasi Difabel (TAD) kota Surakarta yang juga Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dr. Sumartono Karjo.FX. Hadi Rudyatmo walikota Solo yang datang terlambat langsung menanggapi  berbagai persoalan aksesibilitas yang masih belum ramah terhadap difabel dengan beberapa pernyataan di antaranya telah diajukan upaya  pemrograman teknologi untuk difabel netra pada BST.

Akui Belum Maksimal

 Pihaknya mengakui bahwa selama ini baru mampu memperhatikan dan belum maksimal dalam bekerja. “Tahun 2015, 11 koridor BST serempak bisa dioperasikan. Ada wacana pembuatan jalur khusus BST sehingga hambatan atas risiko bisa dikurangi,”jelas FX. Hadi Rudyatmo.

Menanggapi pernyataan dari Gerkatin Solo tentang belum adanya penerjemah bahasa isyarat di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Rudy menjawab bahwa ada upaya tahun 2015 di setiap kantor pemerintahan di kota Solo memiliki  penerjemah bahasa isyarat. “Kami juga akan menyediakan TV wall untuk 25 kelurahan yang programnya memenuhi semua unsur masyarakat,”imbuh walikota yang masa kerjanya berakhir pada Juli 2015 itu.

Sarasehan HDI yang dihadiri oleh 200 difabel dari berbagai komunitas di Solo dan para siswa YPAC  tersebut dimeriahkan dengan pemberian ratusan doorprize dari donatur yang disampaikan oleh para narasumber dan walikota. Sudarti,seorang panitia menyatakan bahwa malam tirakatan HDI adalah salah satu rangkaian penyelenggaraan HDI  2014 kota Surakarta. “Kami masih ada kegiatan di hari lain antara lain aksi simpati 1000 bunga oleh Self Help Group (SHG) yang dananya dari iuran kami sendiri dan satu acara lagi di kantor Dinas Sosial,”pungkas Sudarti.

 

The subscriber's email address.