Lompat ke isi utama
Kerajinan dari kulit bawang

Siswa SLB Manfaatkan Limbah untuk Keterampilan

Solider.or.id, Surakarta-Dengan media limbah kulit bawang putih dari penjual bawang di pasar, Sri Wismarini Rahayu pendidik di SLB PGRI Dlanggu Kabupaten Mojokerto mengajarkan keterampilan menempel atau kolase kepada para siswanya. Ditemui di sela-sela acara Spirit Multi Talenta yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar Direktorat Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PK-LK) di Pagelaran Kraton Surakarta  awal November lalu, Sri Wismarini mengatakan bahwa awalnya  dia mengajar dengan bentuk paling sederhana.

“Dengan media pendukung seperti gedebok pisang dan rumput kering  maka bisa dihasilkan karya yang luar biasa. Anak-anak kami sebagian besar tuli, mudah untuk menyerap. Tak hanya individual, karya juga dibuat dengan berkelompok dan kami mengajarkan secara berdiskusi,”tutur Sri Wismarini.

Di arena pameran, Siti Fatimatussakdiah siswa kelas 3 SMP LB PGRI Dlanggu sedang mempraktikkan membuat kolase bunga dari kulit bawang putih. Kulit bawang putih ditempel, ditata di atas kain beludru hitam lalu menjadilah kolase bunga warna-warni beserta daun dan tangkainya.  

Saat Solider menanyakan berapa waktu yang diperlukan untuk membuat kolase  tersebut, Siti yang didampingi oleh Sri Wismarini mengatakan sekitar 3 jam. “Bisa juga sehari untuk bentuk yang lebih rumit,”tutur Siti. Memakai pewarna alami untuk menghindari risiko bila warna tumpah ke pakaian anak-anak. Alasannya karena pewarna alami masih bisa bersih bila dicuci dengan deterjen,”jelas Sri Wismarini.

Untuk proses pembuatan bahan, kulit bawang direndam  dahulu dengan pewarna alami selama 24 jam lalu diangin-anginkan. Jika bentuk sederhana,kolase dikerjakan tanpa pola terlebih dahulu sebab siswa-siswa SLB tersebut sudah mengenal keseimbangan. “Karena saya juga mengajarkan tentang keseimbangan, komposisi dan warna,”tutur Sri Wismarini.

Saat ini produk-produk hasil karya siswa-siswi SLB PGRI Dlanggu Kabupaten Mojokerto berupa kolase kulit bawang putih dan kerajinan kain perca, juga sulaman tangan untuk taplak meja dipasarkan di PKK dan Dharma Wanita serta web berniaga.com.

Limbah Kelapa untuk Patung dan Kerajinan Lainnya

Sesama peserta pameran dari PK-LK Provinsi Jawa Timur yakni Pendidikan Khusus (PK)  Negeri Seduri Mojokerto membuat kerajinan tangan dengan bahan dasar limbah kelapa. “Karena sekolah kami bertetanggaan dengan pasar, lalu kami melihat limbah apa yang dapat kami manfaatkan, kami menemukan buah kelapa afkir dari pedagang,”tutur Nanang, salah seorang pengajar di PK Negeri Seduri kepada Solider.

Produk dari limbah kelapa berupa gantungan kunci,hiasan dinding  juga patung. Produk-produk yang saat ini tengah dipamerkan adalah produk dan  inovasi baru karena di setiap pameran selalu ada hal baru yang ditampilkan oleh sekolah PK Negeri Seduri Mojokerto.  “Biasanya untuk cukil-cukil batok kelapa kami melibatkan siswa laki-laki, sedangkan siswa perempuan mengerjakan finishing,”pungkas Nanang. 

The subscriber's email address.