Lompat ke isi utama

Sajiyem Belajar Menjahit secara Otodidak

Di salah satu stan pameran ketenagakerjaan yang bertajuk Expo Disabilitas tampak Sehati Sukoharjo memamerkan hasil karya anggotanya. Beberapa barang yang mereka tampilkan adalah keset, tas, bed cover dari bahan perca, tatakan, tutup gallon, tutup kulkas, gelas grafir, toples hias dan tempat tisu.

Dalam pameran kali ini Sajiyem ikut serta memamerkan aneka barang hasil jahitannya. Sekaligus menjaga stand Sehati, perempuan yang sehari-hari menggunakan alat bantu kruk ini juga ingin menambah pelanggan.

“Saya bisa jahit belajar sendiri, ya belajar saja. Saat ini terima pesanan di rumah. Kalau bahan baku dari konveksi di Butuh (kawasan Industri di Boyolali-red),” jelasnya di sela-sela pameran.

Meski kemampuan yang dimilikinya ini meski hasil belajar otodidak, namun dia tidak segan menularkannya. Perempuan asal Baki, Sukoharjo ini mengaku pernah melatih menjahit untuk ibu-ibu PKK di kelurahan. Dia juga memberikan lapangan pekerjaan untuk dua tetangga.

Hasil Jahitan Rapi

Budi Utami, pegiat perempuan di Sukoharjo mengakui bahwa jahitan Sajiyem termasuk rapi. Selain jahitan rapi dia juga pandai membuat aneka kreasi untuk mempercantik hasil, misalnya pada keset dan tatakan diberi pola dan warna yang serasi.

Budi juga mengakui kepandaian ibu satu anak ini dalam membuat pola serta memadupadankan  corak kain yang dipakai. Padahal untuk membuat pola rumit seperti pada keset dia tidak memerlukan jahitan awal, jadi jahitannya sekali jadi.

Selain itu Budi mengatakan bahwa karya Sajiyem yang mendominasi stan karena dia termasuk produktif. Dia juga mampu menerima pesanan dalam jumlah besar sehingga mampu jika ada tawaran kerjasama dari pihak lain. Dalam pameran ini diakuinya aneka kreasi jahitan ini cukup diminati karena unik.

“Kalau bed cover saya bisa selesai empat hari karena nyambi toko kelontong. Kalau tas sehari penuh bisa dapat tiga atau empat tas, tatakan piring bisa selesai selusin kalau sehari penuh,” tambah nenek dua cucu ini.

Sementara Sutrisno, rekan Sajiyem di Sehati mengungkapkan salah satu keunikan produknya adalah bed cover yang terbuat dari kain perca batik. Menurutnya unik karena untuk membuat pola serta memadupadankan warna membutuhkan ketelitian dan kemampuan seni yang memadai.

Pameran yang dibuka oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhammad Hanif Dhakiri ini diselenggarakan di Graha Wisata Niaga Surakarta dan diikuti oleh difabel dari Soloraya dan Grobogan. Berlangsung dua hari pada 1-2 November pameran ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Kita Surakarta dan Kemenakertrans

The subscriber's email address.