Lompat ke isi utama

Octaviany Wulansari Miss Deaf 2012 Mahasiswi Universitas Brawijaya

Solider.or.id, Surakarta-Ditemui di sela-sela acara pembukaan Penempatan Tenaga Kerja Khusus Expo Disabilitas di Graha Wisata yang dihelat oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kota Surakarta,Octaviany Wulansari  Miss  Deaf 2012 yang akrab disapa Ovik menyampaikan beberapa pengalamannya kepada Solider. Pagi itu Ovik bertugas mengalungkan bunga kepada Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri beserta istri, Mar’ifah. Didampingi oleh Aditya relawan Deaf Volunteer Organization (DVO),  mahasiswi semester 3 Fakultas Psikologi Universitas Brawijaya tersebut menyatakan kebanggaannya.

Bersama dengan 15 Tuli lainnya, empat di antaranya menjadi pemenang Miss Deaf Indonesia pada tahun 2012 hanya Ovik yang memeroleh dukungan suara terbanyak  dan  berangkat ke Praha, republik Cekoslovakia  dengan dukungan  Yayasan  Sehjira untuk mewakili Indonesia pada even Miss Deaf World 2012. Ovik  adalah anak pertama dari 3 bersaudara, semuanya perempuan.  Ayahnya, Bambang Sumpeno bekerja sebagai wiraswasta pembuat takaran dan timbangan. Sementara ibunya, Heni Widiyanti adalah seorang ibu rumah. Ibunya berperan sangat besar dalam membantu  Ovik  dan adik-adiknya  dalam menempuh pendidikan. “Sebenarnya ada kekhawatiran dalam bentuk tentangan dari orangtua saya saat ingin melanjutkan belajar di Universitas Brawijaya, namun akhirnya mereka luluh,”ujar penerima beasiswa Bidikmisi dari Dirjen Dikti tersebut.

Ovik saat ini aktif di BEM Universitas Brawijaya Malang dan Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI). Kegiatan yang ditekuni adalah sosial kemasyarakatan dengan membuat acara Hari Bumi. Juga melalui program Bina Desa, Ovik bersama mahasiswa lain melakukan penyuluhan dan peduli anak-anak. Mengaku mengalami kesulitan beradaptasi di awal-awal perkuliahan, Ovik yang terkadang  didampingi oleh penerjemah salah seorang teman di kelasnya yang mahir bahasa isyarat mengatakan bahwa Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya selalu terbuka bagi mahasiswa difabel, termasuk tuli seperti dirinya. 

The subscriber's email address.