Lompat ke isi utama

Membangun Kesadaran Masyarakat Indonesia Melalui Seminar Anak Berkebutuhan Khusus “What Will I Be?”

Solider.or.id, Karanganyar-Yayasan Indonesia Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (YIPABK) yang berkedudukan di Jakarta dan berkantor di Gedung Menara Kuningan, Jakarta Selatan bekerja sama dengan Yayasan Cahaya Sambadha Nusa, pengelola Taman Herbal Lawu Karangpandan  mengadakan seminar yang bertema Lebih Dekat dengan Anak Berkebutuhan Khusus “Will I Will I Be?”, Sabtu (1/11/2014). Seminar yang terdiri dari dua sesi tersebut ditujukan kepada para orangtua, guru, mahasiswa dan praktisi serta psikolog. Yudi Hartanto, salah seorang panitia penyelenggara mengatakan bahwa tujuan seminar adalah untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia agar bisa lebih mengenal Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). “Supaya orangtua, guru dan pemerhati pendidikan semakin mengerti dan bisa memberi  kesempatan penanganan dan pelayanan dengan lebih baik,”tutur Yudi Hartanto.

Seminar menampilkan pembicara Adi D. Adinugroho, PhD(Special Education Specialist)dengan mengambil tema Mengembangkan layanan pengasuhan dan pendidikan bagi ABK dan Pinkan Margaretha , Psi. MPsi dengan tema Pentingnya orangtua dan guru memahami perkembangan dan pertumbuhan anak. Pada sesi kedua dikhususkan kepada mereka yang memegang ABK dan dikupas lebih mendalam. Seminar lebih menekankan diskusi dengan sharing masalah dari peserta kepada kedua narasumber. 

Indi Fatmawati, salah seorang peserta bertanya tentang fungsional lifeskill pada anak yang belum verbal. Adi D. Adinugroho, PhD menjawab bahwa fungsional lifeskill pada anak adalah keterampilan-keterampilan yang dipunyainya menuju kemandirian. Menekankan kepada metode pembelajaran ABK dengan pendekatan Psikoedukasi, Adi D Adinugroho menjelaskan tentang macam-macam fungsional lifeskill misalnya : Anak mampu mendaftar BPJS, membuka rekening, melakukan hobi, karena pada intinya manusia mempunyai leisure yakni waktu yang terbebas dari beban kerja dan kewajiban. Selain itu adanya Social Club untuk ABK, juga merupakan Leisure sebab interaksi sosial menjadi bagian dari suatu komunitas.

“Melalui kampanye peduli ABK kami ingin mengajak masyarakat luas semakin mengenal dan memahami kondisi anak-anak berkebutuhan khusus tersebut,”pungkas Yudi Hartanto dalam sesi wawancara kepada Solider.

 

 

The subscriber's email address.