Lompat ke isi utama

Media Sosial, Sarana Penyampai Informasi Kesehatan Reproduksi bagi Remaja Difabel

Solider.or.id.Yogyakarta- Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mengadakan diskusi kesehatan reproduksi dan seksual remaja difabel di Ruang Pertemuan Lantai II Kantor PKBI, Jalan Tentara Rakyat Mataram, Badran Yogyakarta, pada Rabu (1/10) lalu.

Divisi Informasi PKBI DIY mengungkapkan bahwa acara ini diselenggarakan dalam rangka mengembangkan layanan informasi kesehatan reproduksi dan seksual remaja difabel yang sesuai dengan kebutuhannya. Pertemuan tersebut juga memaparkan konsep stratgi informasi untuk mesosialisasikan hak kesehatan seksual dan reproduksi difabel, termasuk metode penyampaian informasi, bentuk layanan informasi, dan teknik penyampaian informasi, serta media penyampai informasi yang menyesuaikan dengan jenis kedisabilitasan.

Dalam kesempatan tersebut, PKBI juga mensosialisasikan Klinik Adhiwarga, sebuah klinik layanan kesehatan bagi warga masyarakat, termasuk difabel, memetakan kebutuhan remaja difabel dalam mengakses layanan kesehatan, kebutuhan pendidikan reproduksi dan kesehatan serta membangun rujukan layanan hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi remaja difabel.

Divisi Informasi PKBI DIY, Maestro Widodo mengutarakan, “Berbagai jenis sosial media akan digunakan sebagai sarana memberikan informasi. Sebab, media sosial dianggap paling masif untuk menyampaikan layanan informasi dan edukasi tentang pentingnya pemahaman dan hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi difabel yang tinggal di perkotaan, atau di wilayah yang terjangkau internet,” ungkapnya.

Dua belas jenis media sosial telah dan akan digunakan sebagai penyampai informasi, di antaranya:

Sementara, publik juga dapat mengakses informasi mengenai kesehatan secara luring (luar jaringan-red/ offline) melalui

  • Make Job in Gathering (hari Senin sampai dengan Sabtu untuk semua komunitas dan Jumat untuk buruh gendong),
  •  Rubrik Konsultasi di Kedaulatan Rakyat, Media Cetak PKBI DIY,
  •  Televisi off-line SRHR PKBI DIY

Bagi remaja difabel netra, layanan informasi berupa media yang menitik beratkan pada suara (audio) yang disertai dengan teks, tuli menitik beratkan pada visual dan teks serta interpreter dalam diskusi, sedangkan difabel grahita menitik beratkan pada bermain, ceramah sederhana, serta visual, praktek yang berulang-ulang.

Di akhir diskusi disusun rencana aksi pemberian pelatihan kesehatan reproduksi dan seksual terhadap dua puluh remaja difabel (netra, rungu dan grahita ringan) usia 17 sampai dengan 24 tahun, pada minggu ke tiga bulan Oktober, bertempat di Hotel Rosalia Indah.

 

The subscriber's email address.