Lompat ke isi utama

Porsi Anggaran Difabel Sleman Dipastikan Meningkat

“Dalam jangka waktu lima tahun kedepan, kami berusaha untuk bisa memberikan porsi anggaran untuk kebutuhan difabel, lebih besar daripada anggaran sebelumnya,” pernyataan itulah yang dilontarkan oleh Huda anggota komisi D,DPRD Provinsi DIY pada Diskusi Publik Pengawalan Kinerja Legislatif yang diadakan oleh SIGAB dan DPO Difabel DIY di Hotel Ros-in, Yogyakarta, Kamis (18/9).

Kabupaten sleman yang sudah mengesahkan diri sebagai kabupaten yang ramah difabel ini memang memiliki jumlah penduduk difabel yang tidak sedikit. Paling tidak, satu kelurahan memiliki 5 sampai dengan 4 keluarga yang memiliki anggota keluarga Difabel. Hal ini tentunya menuntut pemerintah kabupaten sleman untuk menciptakan kebijakan yang ramah difabel, juga memenuhi hak-hak difabel sebagai masyarakat sosial politik.

Huda mengatakan, bahwa saat ini DPRD Provinsi juga sedang melakukan studi anggaran serta assesment terhadap kebutuhan difabel. Hasil assesment ini nantinya menjadi dasar anggota legeslatif dalam membuat kebijakan, serta membuat rencana pembangunan. Menurut huda, saat ini alokasi anggaran untuk difabel masih sebatas terpusat pada dinas sosial. Bentuk implementasi anggaran pun rata-rata dalam bentuk pelatihan dan tunjangan bagi difabel miskin.

“Kami ingin masyarakat difabel bisa mendapatkan hak-hak nya, maka kami sedang melakukan pendataan. Sehingga kami bisa benar-benar mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan difabel, dan bagaimana implementasi kebijakan yang sudah ada selama ini,” ujar Huda

Lebih lanjut huda menjanjikan, bahwa dalam jangka waktu lima tahun kedepan akan banyak terjadi ruang dialog antara pemerintah, anggota legeslatif, SKPD terkait, serta melibatkan difabel dalam mewujudkan kabupaten Sleman sebagai kabupaten yang ramah difabel.

“Nantinya, kita perlu forum, dan saya usahakan ketika kita sedang mengadakan rapat untuk membahas kebijakan kami akan melibatkan difabel, kita akan buat targetan dan capaian-capaian apa selama lima tahun kedepan. Yang utama, kalau program saya difabel harus mendapat porsi anggaran yang lebih besar,” pungkas Huda. 

The subscriber's email address.