Lompat ke isi utama
deaf

Lehhamas 'Aisyiyah Dampingi Tuli yang Ditelantarkan Keluarga

Solider.or.id, Surakarta – Hadir dalam diskusi terfokus di Fakulas Ekonomi, Bisnis dan Islam UIN Surakarta, Sri Harjani dari Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia Lehhamas 'Aisyiyah Jawa Tengah menuturkan pengalaman mendampingi tuli. Menurutnya, pendampingan ini cukup menyulitkan karena minim dukungan dari berbagai pihak.

Sri dan Lehhamas Aisyah pernah melakukan pendampingan terhadap N (17) seorang tuli dari Ngeplak, Boyolali. Dia didakwa melakukan pencurian telepon seluler.

“Dia mencuri HP kemudian dijual murah dan uangnya digunakan untuk makan. Karena tidak ada yang mempekerjakan dia tidak bisa makan karena dia sudah ditelantarkan dari SD,” jelasnya saat ditemui seusai diskusi yang digelar pada Rabu (17/9/2014).

Kedua orangtua N bercerai, dia dulu diasuh neneknya namun semenjak di nenek meninggal dia tidak ada yang mengurus. Masyarakat di sekitarnya sudah mencap anak ini adalah anak nakal yang suka mencuri. Namun, menurut Sri semua tuduhan yang dialamatkan pada N tidak ada yang terbukti di pengadilan.

Dalam proses pengadilan Jaksa dan Hakim memutuskan anak ini dikembalikan ke keluarganya, kemudian karena keluarga menolaknya kemudian dilimpahkan ke pengacaranya Kasiati dari Lehamas.

Pihak Lehamas kemudian mencoba memfasilitasi beberapa pihak untuk mencarikan solusi yang tepat bagi N. Namun beberapa pihak terkait tidak memberikan dukungan yang diharapkan. Sehingga saat ini N dipekerjakan oleh kepala RT setempat.

“Dia sebenarnya hanya butuh dipekerjakan supaya bisa makan, itu saja,” imbuhnya.

The subscriber's email address.