Lompat ke isi utama

SLB Yayasan Penyandang Cacat Mental Laksanakan Kurikulum Tematik

Solider.or.id, Boyolali – SLB Yayasan Penderita Cacat Mental (YPCM) sudah memberlakukan kurikulum tematik, dimana siswa tidak harus belajar di kelas. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekolah Sri Asdati saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Merapi Boyolali pada Senin (25/8/2014).

“Jadi kami di sini menerapkan bahwa mengajar tidak harus di kelas, tapi bisa dilakukan di luar. Misalnya pelajaran matematika diajarkan dengan mengkitung pohon. Selain itu saya juga meminta orangtua tidak menekan anaknya untuk menguasai kemampuan tertentu seperti anak sebayanya,” jelasnya.

Dia menekankan bahwa sekolah harus menjadi lingkungan yang nyaman bagi siswa. Untuk itu pelajaran dilaksanakan ketika anak sudah merasa senang. Dan pelajaran tidak harus banyak sekaligus melainkan sedikit demi sedikit, menurutnya cara itu terbukti lebih efektif.

Selain itu, pihak sekolah juga menjalin komunikasi dengan para orangtua. Dia menyatakan bahwa penekanan tersebut diantaranya adalah agar orangtua bersyukur akan keberadaan anaknya, bagaimanapun kondisinya. Selain itu dia juga menekankan agar para orangtua tidak membanding-bandingnya ABK dengan anak lain seusianya.

Salah satu upaya untuk membuat anak tidak putus sekolah, pihak sekolah memberikan uang transport bagi sebagian anak yang bersekolah di situ.

“Jumlahnya tidak banyak, hanya stimulus saja supaya mereka tidak putus sekolah. Saya menerangkan kepada para orangtua bahwa biaya transport menjadi kewajiban orangtua, kita hanya membantu sedikit,” tambahnya.

Salah satu orangtua siswa yang besekolah di situ adaloah Maryati, dia merupakan ibu dari Bella seorang anak dengan Cerebral Palsy. Maryati menuturkan bahwa anaknya suka belajar di sekolah ini, meski jarak dari rumahnya ke sekolah cukup jauh.

SLB YPCM saat iniememiliki 63 siswa dari jenjang pendidikan SDLB, SPMLB dan SMALB.

The subscriber's email address.