Lompat ke isi utama
Munster Scoliosis Orthosis

Anak Cerebral Palsy Tunjang Mobilitas melalui Alat Bantu

“Cerebral Palsy (CP) atau kelumpuhan otak besar, adalah suatu kondisi terganggunganya fungsi otak dan jaringan syaraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan dan kemampuan berpikir, sering kali disertai kejang.” dr.Gurtino Adisetyawan, Sp.,KFR. menyampaikan dalam diskusi di Lantai 1 RSA UGM, Sabtu (23/8)

“Sebuah spektrum yang luas dari perawatan dapat membantu mengurangi efek cerebral palsy dan mengoptimalkan kemampuan fungsional seseorang. Untuk menunjang kemandiriannya atau mengurangi dampak betambah buruk, CP membutuhkan alat bantu, baik untuk selamanya maupun sementara,” lanjutnya.

Alat Bantu Mobilitas Anak CP

Beberapa alat bantu mobilitas anak CP di antaranya, Sendok Makan, berfungsi melatih kemandirian anak untuk belajar makan sendiri, serta melatih membantu anak untuk meningkatkan kekuatan otot-otot tangan. Cornet seat, berfungsi memposisikan anak dalam posisi yang benar serta membantu anak untuk belajar dan berlari.

Sedangkan front-wheeked walker, sebagai latihan jalan, melatih keseimbangan dan meningkatkan keberanian anak. Canadian cruc juga merupakan latihan jalan bagi anak CP dan membantu kestabilan saat berjalan. Kursi roda melatih anak untuk berlatih mandiri. Sedangkan, standing frame, adalah alat untuk latihan berdiri, melatih otot-otot pada saat berdiri terutama pada otot tungkai bagian bawah.

Alat Bantu Penguat Gerak Tubuh (Orthosis) Anak CP

Berbagai alat bantu penguat gerak tubuh (orthosis) sangat dibutuhkan anak CP. Antara lain Ankle Foot Orthosis (AFO) Anak. AFO adalah salah satu jenis alat penguat anggota gerak yang berfungsi untuk kondisi Flatt Foot, Genu Varus (pergelangan kaki bentuk “O”, Genu Valgus (pergelangan kaki “X”), Drop Foot, Congenital Talipes Equino Varus (CTEV). Ke semua jenis tersebut merupakan alat koreksi kaki pada anak Cerebral Palsy (CP).

Long Leg Brace, adalah alat penguat anggota gerak bawah (tungkai bawah) pada kondisi poliomyelitis, Genu Varum, Genu Valgum, Genu Recurvatum, untuk membantu mobilitas pasien pasca fracture. Hip Knee Ankle Foot Orthosis (HKAFO), orthosis yang berfungsi untuk membantu mobilitas pasien post fracture, genu varum, genu valgum, poliomyelitis. Alat penguat anggota gerak bawah (tungkai) untuk membantu mobilitas pasien post fracture/patah tulang, genu varum,genu valgum, poliomyelitis.

Thoraco Lumbo Sacral Orthosis (TLSO), adalah spinal orthosis untuk immobilisasi fracture vertebrae/patah tulang belakang, fracture kompresi, serta kelainan tulang belakang. Sedangkan Lumbo Sacral Orthosis (LSO), adalah ortosis spinal yang digunakan untuk immobilisasi fracture pada daerah lumbal, fracture kompresi vertebrae, Low Back Pain (LBP).

Philadelpia Collar, orthosis yang digunakan untuk immobilisasi fracture/patah tulang bagian leher (cervical). Soft Collar, orthosis untuk immobilisasi karena cidera ringan pada tulang leher (cervical). Keduanya merupakan alat bantu menegakkan kepala karena koor serta mencegah articulation dan swallowing difficulty. Tidak direkomendasikan untuk terlalu lama digunakan, dikhawatirkan anak malas berlatih sehingga menjadi ketergantungan. Dianjurkan untuk digunakan pada saat latihan makan dan latihan berinteraksi.

Munster Scoliosis Orthosis, Spinal orthosis digunakan untuk mengoreksi scoliosis (kelainan tulang belakang yang membengkok ke lateral atau samping). Sistem kerja dengan 3 bagian titik tekan yang bertujuan untuk mengurangi sudut scoliosis sehingga diharapkan tidak akan terjadi kelainan yang lebih lanjut.

Lumbal Corset, adalah spinal orthosis yang berfungsi untuk immobilisasi daerah lumbal pada kondisi Low Back Pain (LBP),Spondylosis, Spondylolistesis.

Cock Up Splint, ortosis yang digunakan untuk immobilisasi dan dukungan pada pergelangan tangan dan lengan bawah yang mengalami cidera, drop hand (spastic & flaccid).

Arch Support, ortosis yang digunakan untuk support telapak kaki yang flatt sehingga akan berpengaruh terhadap keseimbangan dinamis pada saat berjalan. Knee Support, ortosis yang digunakan untuk support pada knee joint karena Osteo Arthritis (OA).

Post Op Knee Brace, Ortosis yang digunakan untuk fiksasi dan immobilisasi pada pasien post operative tibial plateu, post op ACL. Di buat dari bahan soft foam yang dilengkapi dengan penguat sendi di lateral dan medial. Jenis ROM Hinge joint sehingga sudut fleksi /ekstensinya dapat diatur sesuai kebutuhan.

Orthopedic Shoe, adalah sepatu koreksi untuk kelainan kaki pada anak–anak seperti Congenital Talipes Equino Varus (CTEV), ankle valgus/ varus, flatt foot (telapak kaki tanpa arkus/lengkung kaki), club foot.

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada memfasilitasi alat bantu bagi anak CP untuk mendorong kemandirian, sehingga anak lebih terfasilitasi. RSA UGM juga merupakan RS yang melayani pasien dengan jaminan kesehatan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

The subscriber's email address.