Lompat ke isi utama

Pelatihan Jurnalistik Dorong Peran Media dalam Mengangkat Isu Difabel

Solider.or.id, Surabaya - Majalah Diffa menyelenggarakan pelatihan media pada isu difabel di Surabaya yang berlokasi di Hotel Fortuna pada Kamis, (21/8). Pelatihan yang membawa judul 'Jurnalisme Disabilitas untuk Meningkatkan Kepedulian akan Hak-hak Penyandang Disabilitas' itu dihadiri 23 wartawan dan penggiat isu difabel di Jawa Timur. Dijelaskan oleh Pemimpin Redaksi Majalah Diffa FX Rudi Gunawan, latar belakang diselenggarakannya kegiatan itu adalah agar isu difabel mendapat tempat di media baik online maupun cetak.

FX Rudi Gunawan mengatakan bahwa media memiliki peran untuk mewartakan isu difabel kepada masyarakat luas. Dari situ, Rudi berharap terbentuknya persepsi yang tepat terhadap keberadaan difabel. "Kita menggunakan kekuatan pers untuk membentuk persepsi," ungkap Rudi saat diwawancari seusai acara.

Selama acara berlangsung, seluruh wartawan yang menjadi peserta pelatihan setuju melihat difabel adalah bagian dari keberagaman. Beberapa dari peserta menceritakan pengalaman mereka terkait difabel. Walaupun diakui tidak banyak meliput tentang difabel para peserta tampak antusias mengukuti jalannya acara.

Sementara itu, salah satu peserta Indra Kurniawan mengatakan sebelum mengikuti pelatihan tersebut, ada role yang belum ia ketahui. Wartawan dari kabarbisnis.com itu juga mengaku belum pernah meliput tentang difabel.

 "Sebaiknya ada pihak dari instansi yang memberikan pemahaman tentang kedisabilitasan dengan tepat," kata pria asal Gresik itu.

Sementara itu, pegiat isu difabel dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Disabilitas Hari Kurniawan menganggap sangat penting peran media dalam mengangkat isu difabel. Hari menambahkan kebutuhan teman-teman difabel akan adanya isu yang masif diperlukan di lapangan. Kurangnya pemahaman wartawan berakibat kalau isu difabel dinilai tidak seksi. "Sehingga dengan adanya pelatihan ini, pengarus utamaan difabel di Jawa Timut bisa teratasi," tegas Wawa, sapaan akrab Hari Kurniawan.

Wawa menilai, hal yang menjadi hambatan para difabel dengan media saat ini adalah kurangnya informasi yang terekspos. Dikarenakan media belum memiliki akses dan isu difabel hanya menjadi isu yang kecil. "Padahal tingkat diskriminasi difabel di Jawa Timur terjadi hampir setiap saat," tutup Wawa mengakhiri.

The subscriber's email address.