Lompat ke isi utama
Diskusi Jejer Wadon edisi "Pencari Keadilan".

Film Pencari Keadilan Jadi Media Advokasi Kasus Difabel

Solider.or.id, Surakarta – Diskusi bulanan Jejer Wadon yang diselenggarakan Rabu (20/8/2014) menampilkan pemutaran dan bedah film “Pencari Keadilan”. Hadir dalam diskusi yang diselenggarakan di Balai Soedjatmoko, Jalan Slamet Riyadi, Surakarta ini Purwanti, salah satu orang yang terlibat dalam pembuatan film ini. Selain Purwanti, hadir membedah fim Fanny Chotimah seorang praktisi film yang banyak bercerita tentang sisi sinematografi film.

“Dalam pembuatan film ini ada unsur inklusivitas. Jadi terbentuk kepekaan antara difabel satu dengan difabel lain, juga antara difabel dan nondifabel. Film ini menjembatani komunikasi yang mungkin selama ini terhambat,” tutur Ipung, sapaan akrab Purwanti.

Dia menyatakan bahwa selama ini difabel satu dengan difabel lain yang berbeda jenis difabilitas kadang masih abai. Hal yang sering terjadi difabel netra tidak paham tuli, difabel daksa masih abai kebutuhan difabel grahita dan sebagainya.

Sementara Ratna Pramudyawati, salah satu pegiat pendidikan difabel di Surakarta yang hadir dalam diskusi memberi apresiasi terhadap film tersebut. Selama ini dia bisa mengetahui tentang kekerasan terhadap perempuan difabel dari media masa saja. Jadi ke depannya lebih bagus ketika ada film yang mengkampanyekan tentang hal ini.

 

The subscriber's email address.