Lompat ke isi utama
Dokter Tunjung pada ultah YPAC

Dokter Tunjung Hanurdaya: Lanjutkan Perjuangan Ayah

dr. Tunjung Hanurdaya Soeharso merupakan putra bungsu dr. Soeharso, salah satu sosok yang berkontribusi bagi dunia difabel Indonesia. Saat ini dokter Tunjung, begitu dia akrab disebut merupakan Ketua Umum Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC) Surakarta.

Pria kelahiran 5 Desember 1947 ini selain aktif mengelola yayasan yang didirikan ayahnya juga menekui kedokteran estetika.

Mengenang ayah

Saat ditemui di kantornya di YPAC beberapa waktu lalu, dokter alumnus Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan University of Aberdeen Inggris ini bercerita sedikit ketika ditanya tentang sosok ayahnya. Menurutnya sejak kecil ayahnya mengajarkan anak-anaknya untuk tidak hidup bersenang-senang.

“Bapak orangnya disiplin dan kerja keras, tidak pernah puas, kemudian selalu mendidik kita supaya hidup sederhana, prihatin. Itu bola-bali (berkali-kali-red) diucapkan kamu harus prihatin. (kata) prihatin itu agak jarang didengar tapi maksudnya kita kan harus ingat bahwa selain ada kehidupan dunia juga ada kehidupan akhirat,” jelasnya.

Selain itu hal yang paling diingatnya adalah dokter Soeharso selalu berpakaian rapih, dengan baju putih-putih. Dokter yang telah dianggap sebagai bapaknya para difabel ini  juga sering sekali memberi uang uang lebih terhadap apapaun yang dibayarnya. Tidak mengerankan ketika meninggal dokter yang dimakamkan di Ampel, Boyolali ini tidak memiliki uang simpanan.

Pesan yang diingat diberikan si ayah terhadapnya adalah untuk menjadi orang normal, yaitu orang biasa saja yang tidak memiliki ambisi yang terlalu jauh.

“Kamu jadi orang normal saja kata bapak saya, maksudnya orang biasa saja. Bukan orang yang orang yang tinggi seperti bintang di langit,” tuturnya sambir tertawa .

Ingin mendirikan lembaga untuk menyantuni anak yatim piatu

Dokter yang berdomisili di Semarang ini mengaku cita-cita yang sampai saat ini belum terwujud adalah menerbitkan buku. Saat ini suami dari Dyah Wijaya Dewi ini sudah memiliki naskahnya, tinggal mencari penerbit untuk mempublikasikan karyanya.

Saat ini ayah dua putri yang juga berprofesi sebagai dokter ini memiliki beberapa anak asuh, namun belum terkoodinir dengan baik. Ke depannya dia ingin mendirikan lembaga yang secara khusus menangani kebutuhan anak yatim piatu tersebut.

Menyantuni anak yatim piatu menupakan salah satu hal yang menjadi perhatiannya. Ajaran agama yang erat dipegang dokter yang pernah bekerja di PERTAMINA ini mengajarkan untuk memperhatikan anak-anak tersebut

The subscriber's email address.