Lompat ke isi utama
Diki saat mengikuti ujian praktik berlari.

Muhammad Diki Prasetyo, Atlet Lempar Cakram Ingin Masuk Perguruan Tinggi

Solider.or.id, Yogyakarta- Muhammad Diki Prasetyo merupakan salah seorang siswa difabel rungu mengikuti ujian praktek untuk seleksi masuk Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Diki baru saja mengikuti ujian tulis yang diselenggarakan di kampus tersebut pada Minggu (10/8). Ia juga turut serta dalam sebelas rangkaian ujian praktek. Mulai dari tes kesehatan, tes fisik berupa sit up, push up, dan lari 1600 meter. Siswa yang juga atlet lempar cakram tingkat nasional ini memilih Jurusan Pendidikan Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Selain bergiat dalam bidang olahraga, Siswa SLB Negeri 1 Bantul ini juga tergabung dalam Deaf Art Community.

Seleksi Mandiri ini adalah tes ketiga Diki dalam mencari perguruan tinggi, sebelumnya Diki juga mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan memilih jurusan yang sama, yaitu pendidikan olahraga. Namun, dalam tes sebelumnya ia belum berhasil keterima, padahal dalam ujian praktik ia mampu memecahkan rekor tes fisik. Ia mengatakan, bahwa sangat ingin berkuliah di UNY. Selain karena hobinya olahraga dan memiliki prestasi di bidang tersebut, ia hendak menunjukan pada sekelilingnya bahwa ia mampu membuat bangga.

Dalam proses tesnya, masih ada beberapa kendala. Ada salah satu petugas yang malah mengusulkan untuk Diki tetap di SLB saja dan mengembangkan bakatnya di SLB. Hal ini diutarakan oleh Okti yang pada saat itu mendampingi Diki ujian, “Ya tidak seperti SBMPTN dulu sih, yang harus ijin sana sini untuk bisa dampingi Diki, Tapi tadi malah ada petugas, yang bilang diki lebih baik meningkatkan bakatnya di SLB saja,” papar Okti.

Niat Diki untuk bisa meneruskan pendidikannya di jurusan pendidikan olahraga diamini oleh Okti yang juga memiliki misi yang sama agar jurusan FIK menjadi inklusi. “Kalau diki bisa berhasil, maka ini menjadi tahun pertama FIK menerima mahasiswa difabel. Karena selama ini, difabel posisinya sering dianggap tidak mampu mengikuti aktivitas perkuliahan di FIK,” jelas Okti yang juga mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa, UNY.

Diki makin semangat untuk bisa masuk ke UNY karena sebelumnya pada tes SBPMTN Rektor UNY, Rochmat, sempat menyambangi proses ujian praktek, dan ia antusias untuk bisa menerima Diki di FIK.

The subscriber's email address.