Lompat ke isi utama
Edi dan kursi rodanya.

Edi Priyanto, Mengayuh Kursi Roda 4 KM ke Sekolah Setiap Hari

Solider.or.id, Yogyakarta- Setiap hari pada pagi dan siang, Edi Priyanto (16) harus mengayuh kursi roda sepanjang lebih kurang empat kilometer melewati Jalan Parangtritis, Yogyakarta menuju Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 1 Sewon Kabupaten Bantul. Edi, begitu panggilan akrabnya rela melakukan hal ini karena ingin melanjutkan sekolah. Padahal kursi roda yang digunakan sudah rusak terutama roda bagian depan, sehingga sesekali dia harus jumping (mengangkat bagian depan-red) agar kursinya tetap berjalan. Kursi roda yang dipakai tersebut hanya pemberian saudara yang telah sembuh karena menjadi korban gempa tahun 2006 lalu.

“Bukan Pak, kursi ini bukan bantuan dari suatu lembaga, tetapi milik saudara yang sudah tidak terpakai,” demikian kata Edi kepada Solider.or.id pada Minggu (10/08/2014), ditemui di rumahnya Dusun Manggung, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

Suwiyah, ibu dari  Edi mengungkapkan bahwa perjuangan anaknya mendapatkan pendidikan memang berat. Waktu masuk Sekolah Dasar (SD) saja harus di Kecamatan Pandak yang berjarak sepuluh kilometer. Padahal di dekat rumahnya ada beberapa sekolah, tetapi tidak mau menerima melihat kondisi Edi yang demikian. “Sehingga saya harus antar jemput dengan sepeda onthel setiap hari,” kata Suwiyah.

Sementara Dian Nuraida (13), siswa SMP Negeri 1 Sewon yang letaknya di selatan sekolah Edi mengatakan bahwa, memang benar setiap pagi ketika dia berangkat sekolah sering melihat seorang anak menggunakan kursi roda menuju SMP Negeri 2 Sewon, padahal jarak sekolah tersebut masih satu kilometer dari sekolah Dian.

Di akhir perbincangan, Edi menambahkan bahwa selain dirinya ternyata masih ada teman lainnya yang berkebutuhan khusus. “Kalau tidak salah jumlahnya ada sepuluh orang karena sekolah juga baru masuk sekitar seminggu jadi belum kenal betul dengan teman-teman,” ujar Edi.

“Tapi yang memakai kursi roda hanya saya, Pak. Teman saya lainnya ada yang tunanetra dan  tuli,” ungkap Edi.

The subscriber's email address.