Lompat ke isi utama

Mereduksi Stigma SLB Melalui Sanggar Seni

Solider.or.id, Boyolali – Ingin mereduksi stigma yang masih melingkupi SLB, SLB Yayasan Penyandang Cacat Mandiri (YPCM) Boyolali membentuk Sanggar Seni Anak-anak Disabilitas Berbakat. Salah satu pengajar Indras Sri Harjanti menuturkan bahwa sanggar ini bertujuan untuk memamerkan kemampuan para siswa SLB.

“Tahunya masyarakat kan anak SLB itu bodoh, masih pada ngiler. Jadi kita di sini ingin menunjukkan bakat yang mereka miliki terutama di bidang seni,” jelasnya saat ditemui Minggu (20/7/2014) di SLB YPCM Jalan Merapi, Pulisen, Boyolali.

Menurutnya kegiatan ini dilakukan setiap minggu dengan latihan menari dan membuat kostum. Di bulan ramadhan ini latihan menari ditiadakan dan kelas yang berisi sekitar 20 orang ini fokus pada membuat kostum yang akan digunakan dalam karnaval 17 Agustus mendatang.

Kostum yang dibuat ini menggunakan bahan baku spon ati, kresek dan kain bahan tas. Pengajar lainnya yang juga mengampu kelas ini Niken Wahyuni menyatakan bahwa rancangan kostum ini didesain oleh  pengampu yang kemudian dikembangkan sendiri oleh para siswa.

Dalam kesempatan ini dibuat tiga kostum karnaval berbentuk gaun yang dihias cantik. Niken menuturkan rencananya ketiga kostum ini akan diperagakan oleh tiga siswa, ketiganya memilii bakat modeling dan menari.“Kita akan ikut karnaval tujuannya supaya dilihat oleh masyarakat luas. Kalau pentas seni kan selama ini sudah sering ikut,” tuturnya.

Sanggar seni yang keanggotaannya terbuka untuk siswa SLB di Boyolali ini melakukan kegiatan rutin setiap hari minggu. Setiap minggu setidaknya ada 20 peserta kegiatan yang terdiri dari tuli, guru pengampu dan para relawan.

The subscriber's email address.