Lompat ke isi utama
Ujian Masuk UIN Sunan Kalijaga

17 Calon Mahasiswa Difabel Ikuti Ujian Masuk UIN Sunan Kalijaga

Solider.or.id, Yogyakarta- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga mengadakan Ujian Masuk Perguruan Tinggi hari Selasa (15/7) sampai dengan Rabu (16/7), kemarin.

Menurut penggagas Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga, Ro’fah,  “Sebanyak 17 peserta ujian adalah difabel, yang terdiri dari sepuluh difabel netra dan tujuh difabel tuli. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pelaksanaan ujian bagi peserta berkebutuhan khusus tidak diselenggarakan di ruangan khusus, melainkan bersama-sama dalam satu ruang dengan mahasiswa nondifabel lainya.”

“Khusus bagi peserta difabel netra diberikan tambahan waktu 30 menit, dengan pertimbangan peserta dengan disabilitas netra mengalami hambatan dalam membaca teks. Sedangkan bagi peserta difabel tuli tidak mendapatkan tambahan waktu, dengan pertimbangan peserta tuli tidak mengalami hambatan tersebut,” lanjut Ro’fah.

Ro’fah juga mengungkapkan bahwa materi ujian pada hari pertama adalah adalah tes potensi akademik (TPA) dan tes dasar keislaman  (dirasah islamiah), sedangkan hari kedua adalah tes bahasa yang meliputi bahasa arab dan bahasa inggris dilanjutkan dengan interview bagi calon mahasiswa berkebutuhan khusus.

Ro’fah mengutarakan, “Tes wawancara bertujuan untuk mengetahui sejauh mana calon mahasiswa difabel berminat kuliah di UIN Sunan Kalijaga, sekaligus untuk meng-assesment kondisi masing-masing calon mahasiswa,” ujarnya.

Kuota penerimaan mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 1.008 orang. Sementara, sudah terdapat seorang mahasiswa baru difabel daksa UIN Sunan Kalijaga yang diterima melalui jalur Sistem Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014. Ro’fah mengakhiri keterangannya pada Solider.

The subscriber's email address.