Lompat ke isi utama

Difabel Tuli Perlu Teks Berjalan di Stasiun Kereta Api

Solider.or.id, Surakarta-Aprilian Bima Purnanta, Ketua Gerakan untuk Kesejateraan Tuli Indonesia (Gerkatin) Solo menyampaikan hambatan-hambatan yang dirasakan oleh tuli saat hendak mengakses kereta api di stasiun. “Saya pernah dua kali tertinggal kereta api ketika hendak melakukan perjalanan oleh karena jadwal yang tiba-tiba berubah dan pemberitahuan lewat audio. Padahal untuk tuli hal itu jelas tidak akses. Maka untuk itu, ketiadaan running text  (teks berjalan-red)di stasiun-stasiun  sungguh memprihatinkan,”ujar Bima saat menyampaikan hal tersebut didampingi oleh seorang relawan dari Deaf Volunteer Organization (DVO) di hadapan para peserta seminar urgensi inklusi oleh Gerakan Peduli Indonesia Inklusi di UNS Sebelas Maret baru-baru ini.

Dari pengamatan Solider yang berkunjung ke stasiun Purwosari, Balapan dan Jebres, hanya stasiun Purwosari dan Balapan saja yang menyediakan teks berjalan, namun berisi ucapan selamat datang di stasiun, bukan sebagai teks pengumuman keterlambatan  atau jadwal pemberangkatan kereta.  Hal yang sama juga ditemui di stasiun Tugu, Lempuyangan dan Maguwo Yogyakarta. Salah seorang petugas dari PT KAI yang berdinas di stasiun Purwosari mengemukakan jika memang pihaknya belum menyediakan fasilitas running text untuk informasi jadwal pemberangkatan atau pengumuman keterlambatan keberangkatan kereta.  Jadwal kereta api hanya terpampang di papan, poster dan lembar informasi serta layar komputer.

The subscriber's email address.