Lompat ke isi utama

Pengetahuan Dasar Penanganan ABK Penting Bagi Orangtua

Solider.or.id, Boyolali – Pertemuan Sanggar Inklusi dilaksanakan di Ringinlarik, Musuk, Boyolali Minggu (15/6/2014) diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri dari difabel dan orangtua ABK. Praktisi fisioterapi yang hadir dalam pertemuan menekankan pentingnya orangtua memiliki dasar pengetahuan penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“Jadi ketika orangtua punya dasar pengetahuan tentang bagaimana kondisi anak yang ABK dan penanganannya, maka mereka punya tuntutan terhadap paramedis,” katanya.

Menurutnya tuntutan dari orangtua yang paham menjadikan layanan yang diberikan paramedic bagi ABK tidak sembarangan. Selain itu orangtua juga punya tolok ukur, sehingga tidak sekedar memasrahkan penanganan ABK pada paramedic. Dengan ini diharapkan penanganan bisa optimal.

Dia juga menuturkan bahwa deteksi dini dan penanganan awal yang tidak memadai berpotensi memperburuk kondisi. Salah seorang anggota sanggar, Slamet yang mengalami kaki tangan kaku dan posisi tubuh miring. Hal ini dikatakan pria yang memakai kursi roda ini karena ketiadaan perawatan sejak awal.

“Iya. Saya dari dulu sudah dibilang tidak normal makanya dibiarkan saja,” katanya sambil menjelaskan dia tidak mendapat fisioterapi yang memadai.

Melihat kondisi Slamet ini, diagnosa Kardi adalah Cerebral Palsy Atraksia. Dia menuturkan ini merupakan kondisi dimana persendian kadang kaku, kadang lemas dan kadang bergerak sendiri. karena dari kecil tidak dilatih makanya persendian Slamet menjadi kaku dan dia lebih nyaman dalam posisi miring.

Padahal, menurutnya jika tertangani dari awal Slamet bisa memiliki postur tegak dan ada kemungkinan persendiannya tidak kaku seperti saat ini.

The subscriber's email address.