Lompat ke isi utama
Siswa Mitra Amanda berdiri di depan kelas.

Siswa Difabel Rungu Diikutkan dalam Ujian Sekolah

Solider.or.id, Boyolali – Alih-alih diikutkan dalam Ujian Nasional (UN), tahun lalu terdapat satu siswa difabel rungu di SLB Mitra Amanda diikutkan dalam Ujian Sekolah (US). Hal ini dikemukakan oleh Siti Marjanah saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Bangak-Simo, Trayu, Banyudono, Boyolali pad Kamis (22/5/2014).

Kepala SLB Mitra Amanda ini menuturkan bahwa tahun ini tidak ada siswa didiknya yang ikut ujian kelulusan. Tahun lalu ada beberapa siswa tunagrahita dan satu siswa tunarungu yang mengikuti ujian kelulusan SD.

“Saya sudah mengusulkan ikut ujian nasional, data juga sudah saya masukkan. Tapi yang ngurusi katanya repot karena hanya satu siswa jadi diikutkan ke ujian sekolah,” tuturnya.

Karena sudah telanjur didata ikut US maka Siti tidak bisa berbuat banyak. Baru setelah ujian dia berkonsultasi dengan pengawas sekolah. Pihak pengawas menjelaskan bagaimanapun kondisi pendengaran siswa yang termasuk dalam tunarungu sebaiknya diikutkan ke UN.

Meskipun siswa dan para orangtua tidak sepenuhnya paham perbedaan antara UN dan US namun dia tetap mengusahakan agar para siswanya mengikuti ujian yang sesuai. Sementara orangtua dari anak-anak didik di sini pada umumnya hanya tahu anaknya lulus dan dapat ijazah saja.

“Karena ini amanah ya, meski orangtua dan anaknya tidak paham. Tapi tetap saya mengusahakan yang terbaik bagi mereka,” lanjutnya.Menurutnya bobot ijazah yang diterima siswa yang mengikuti UN dan US berbeda. Perbedaan yang mencolok adalah ijazah siswa yang mengikuti US sulit diterima ketika akan mendaftar kuliah. 

The subscriber's email address.