Lompat ke isi utama
Mitha, difabel down syndrome

Difabel Tidak Nyaman Bersekolah di TK Umum

Solider.or.id, Surakarta – Setelah dua tahun bersekolah di Taman Kanak-Kanak (TK) inklusi di Bali Kharisma Mitha Rezkyna (6) tidak betah bersekolah di TK umum di Surakarta. Penyandang Down Syndrome (DS) ini ditemui Solider seusai menjalani terapi di Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC)  Jalan Slamet Riyadi Surakarta pada Selasa (13/5/2014).

Di YPAC Mitha, panggilan akrab Anak berkebutuhan Khusus (ABK) ini menjalani terapi okupasi dan therapy wicara. Endang Sri Murwani (51) budhenya yang mengantar menyatakan dia masih mengalami kesulitan bicara. Meski sudah mampu berbicara beberapa patah kata, namun dia masih belum jelas dalam pelafalan dan sering berceloteh sesukanya.

“Dia ikut ibunya pengobatan di sini (Surakarta-red), dari bulan Oktober. Paling sebulan lagi sudah kembali ke Bali,” tutur Endang.

Perempuan yang tinggal di Kawasan Banyuanyar, Banjarsari, Surakarta ini menuturkan ketika di bali dia sudah mengenyam bangku TK selama dua tahun. Saat itu bungsu tiga bersaudara ini mengikuti TK inklusi. Namun ketika pindah ke Surakarta dan bersekolah di sekolah umum dia hanya betah belajar selama beberapa hari saja. Pihak keluarga tidak tahu persis penyebab Mitha tidak betah bersekolah di TK umum di Solo ini.

Mitha tergolong anak yang ceria. Gadis cilik ini juga bisa mengomentari sebuah mobil di halaman parkir YPAC. Dia juga mudah untuk diajak berkenalan, tetapi ketika hendak diambil fotonya  dia mulai rewel. Baru ketika dibujuk dengan video “Thomas and Friends” dia mau tersenyum untuk difoto.

“Padahal biasanya dia suka menyanyi, suka melihat tv dan menirukan apa yang dilihatnya,” pungkas Endang.

The subscriber's email address.