Lompat ke isi utama

Difabel Berharap Besar RUU Disabilitas Segera Disahkan

Solider.or.id, Malang - Setelah pada Desember 2013 lalu DPR RI dalam sidang plenonya menetapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Disabilitas masuk ke program legislasi (Prolegnas) 2014, berbagai macam organisasi disabilitas membentuk Kelompok Kerja (Pokja) RUU Disabilitas untuk menyaring aspirasi difabel.  Pertemuan pertama berlangsung di Yogyakarta pada 20-21 April lalu, kemudian dilanjutkan di Jakarta pada 6-8 Mei 2014. Harapan tinggi diusung segenap difabel agar RUU segera disahkan.

Pada pembahasan yang kedua itu, naskah RUU Disabilitas yang telah didiskusikan segera disampaikan ke Badan Legislasi Nasional dan Sekjen Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Seluruh organisasi yang tengah mendiskusikan RUU Disabilitas berharap besar RUU Disabilitas akan dibahas pada persidangan DPR pada 12 Mei mendatang. Dalam press release-nya, Komunitas penyandang disabilitas di Indonesia mengharapkan RUU Disabilitas dapat disahkan sebelum masa bakti anggota DPR 2009-2014 berakhir.

Hari Kurniawan salah satu peserta pembahasan RUU Disabilitas mendesak agar anggota parlemen serius menerima rancangan RUU Disabilitas. Mengingat Indonesia telah meratifikasi Konvensi Hak Penyandang Disabilitas ( UN CRPD) pada 2011 lalu, namun implementasinya masih sangat kurang. “Saya berharap semoga dalam waktu yang semakin sempit ini menjadi kado terindah dari DPR,” katanya saat dihubungi.

Harapan serupa juga datang difabel lainnya. Yoga Dirgantara, tuli asal Malang yang menjadi buruh di sebuah perusahaan rokok berharap besar, keberadaan buruh yang difabel diberi hak yang sama seperti non-difabel. Seperti gaji yang sesuai Upah Minimum Regional (UMR), tunjangan hari tua, serta jaminan kesehatan.  Sementara itu Kiki Sridanti tuli dari Kepulauan Riau mengharapkan agar terbukanya peluang kerja bagi difabel. “Harapan saya, jika RUU ini menjadi UU, maka saya (sebagai tuli) bisa mendapat pekerjaan tetap,” katanya.

Sementara itu, Hari Kurniawan masih merasa ada yang kurang dalam pembahasan RUU Disabilitas. Dalam pesan singkatnya, Wawa, sapaan akrab Hari Kurniawan menulis ada beberapa aspek yang luput dari perhatian yaitu seperti bidang bencana sosial dan ekonomi. Menurut Wawa, bidang itu dirasa penting karena difabel juga terlibat di dalamnya. Setelah RUU Disabilitas disahkan, Undang-Undang Disabilitas baru ini  akan mengikat seluruh  elemen bangsa, baik pemerintah maupun  pemerintah daerah, serta sektor masyarakat atau swasta.

The subscriber's email address.