Lompat ke isi utama
Difabel berlatih panahan.

Difabel Manfaatkan Bantaran Kali untuk Latihan Memanah

Solider.or.id, Surakarta-Bantaran kali di Kampung Dawung Wetan kelurahan Danukusuman, Serengan Surakarta menjadi arena berlatih memanah bagi beberapa difabel dan nondifabel. Arena berlatih tersebut dikelola oleh karang taruna setempat. Tiga orang difabel daksa, dua di antaranya pengguna kursi roda yang ditemui oleh Solider yakni Sugiarto, Edy dan Tarwan sedang berlatih di sebuah tanah lapang berumput hijau dan berbatasan dengan aliran sungai Bengawan Solo. Masing-masing dengan alat panah yang dibeli sendiri dengan harga seken, antara  2,5 sampai 3 juta, mereka mengaku telah beberapa bulan ini rutin seminggu tiga kali mengikuti latihan. “Biasanya kami berlatih selama 4-5 jam. Sebenarnya arena ini sudah lama ada, setahunan lebih. Dan setiap kami berlatih ada saja pemanah difabel senior  yang mengarahkan di antaranya bernama Mas Hamid,” tutur Edy.

Biasanya ketiganya datang ke lokasi latihan menggunakan sepeda motor roda tiga, lalu menuruni tanggul dengan merangkak kemudian menggunakan kursi roda yang sudah disimpan di dalam sebuah bangunan berukuran 4x3 meter dan  permanen. Sugiarto adalah anggota komunitas Ikatan Motor Roda Tiga Surakarta (IMRTS). Dia mengaku sebagai anak jalanan dan ingin mengubah nasib serta penghidupan agar layak dengan bercita-cita menjadi atlet profesional.”Saya ingin menjadi atlet pemanah profesional. Karena di provinsi Jawa Tengah cabang olah raga untuk difabel memanah tidak ada, maka sasaran kami September mendatang bisa bergabung ke provinsi Kalimantan Timur untuk mengikuti pekan olah raga daerah,”pungkas Sugiarto.

The subscriber's email address.